Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3891

Kitab: Jum'at

Bab: Cara keberangkatan nabi shollallahu 'alaihi wa salam ke shalat id

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ وَاصِلِ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى الْكُوفِيُّ وَأَبُو زُرْعَةَ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ عَنْ فُلَيْحِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ فِي طَرِيقٍ رَجَعَ فِي غَيْرِهِ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَأَبِي رَافِعٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَى أَبُو تُمَيْلَةَ وَيُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ فُلَيْحِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ وَقَدْ اسْتَحَبَّ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لِلْإِمَامِ إِذَا خَرَجَ فِي طَرِيقٍ أَنْ يَرْجِعَ فِي غَيْرِهِ اتِّبَاعًا لِهَذَا الْحَدِيثِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَحَدِيثُ جَابِرٍ كَأَنَّهُ أَصَحُّ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la bin Washil bin 'Abdil A'la Al Kufi[1] dan Abu Zur'ah[2] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shalt[3] dari Fulaih bin Sulaiman[4] dari Sa'id bin Al Harits[5] dari Abu Hurairah[6] dia berkata, adalah Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam bila keluar (menuju tempat shalat) pada hari raya mengambil satu jalan, dan bila pulang beliau mengambil jalan yang lain. Dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Abdullah bin Umar dan Abu Rafi'. Abu Isa berkata, hadits Abu Hurairah adalah hadits hasan gharib. Abu Tumailah[7] dan Yunus bin Muhammad[8] telah meriwayatkan hadits ini dari Fulaih bin Sulaiman[4] dari Sa'id bin Al Harits[5] dari Jabir bin Abdullah[11] dia berkata, sebagian ahli ilmu menganjurkan (menekankan) bagi seorang imam, jika dia keluar (menuju tempat shalat) dengan satu jalan hendaknya ia pulang dengan mengambil jalan yang lain, mengikuti hadits ini, ia merupakan perkataan Syafi'i, sepertinya hadits Jabir adalah hadits yang paling shahih.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdul A'laa bin Washil bin 'Abdul A'laa, Al Asadiy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 247 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Ubaidullah bin 'Abdul Karim bin Yazid bin Farrukh, Ar Raziy Al Makhzumiy, Abu Zur'ah, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 264 H, hidup di Rayi, wafat di Rayi.
  3. [3] Muhammad bin Ash Shalti bin Al Hajjaj, Al Asadiy, Abu Ja'far, Al Asham, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 218 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Fulaih bin Sulaiman bin Abi Al Mughirah, Al Khuza'iy, Abu Yahya, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 168 H, hidup di Madinah.
  5. [5] Sa'id bin Al Harits bin Abi Sa'id bin Al Mu'allaa, Al Anshariy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  7. [7] Yahya bin Wadhih, Al Anshariy Al Marwaziy, Abu Tumailah, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, hidup di Himsh.
  8. [8] Yunus bin Muhammad bin Muslim, Abu Muhammad, Al Mu'addib, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 207 H, hidup di Baghdad.
  9. [9] Fulaih bin Sulaiman bin Abi Al Mughirah, Al Khuza'iy, Abu Yahya, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 168 H, hidup di Madinah.
  10. [10] Sa'id bin Al Harits bin Abi Sa'id bin Al Mu'allaa, Al Anshariy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Madinah.
  11. [11] Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, Al Anshari As Sulamiy, Abu 'Abdullah, Shahabat, wafat tahun 78 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.