Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 5662

Kitab: Minuman

Bab: Berita-berita yang menjadi alasan orang yang membolehkan minuman memabukkan

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ النَّيْسَابُورِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَهَؤُلَاءِ أَهْلُ الثَّبْتِ وَالْعَدَالَةِ مَشْهُورُونَ بِصِحَّةِ النَّقْلِ وَعَبْدُ الْمَلِكِ لَا يَقُومُ مَقَامَ وَاحِدٍ مِنْهُمْ وَلَوْ عَاضَدَهُ مِنْ أَشْكَالِهِ جَمَاعَةٌ وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Al Husain bin Manshur[1] -yaitu Ibnu Ja'far An Naisaburi- ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun[2] ia berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Amru[3] dari Abu Salamah[4] dari Ibnu Umar[5] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah haram, dan setiap yang memabukkan adalah khamer." Abu 'Abdurrahman berkata, "Mereka adalah orang-orang yang lurus dan adil, terkenal dengan kejujuran dalam periwayatannya. Sedangkan Abdul Malik, ia tidak dapat menempati kesetaraan posisi salah seorang dari mereka meskipun banyak orang yang menutupi kekurangannya tersebut. Dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Al Husain bin Manshur bin Ja'far, Abu 'Ali, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 238 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Yazid bin Harun, As Sulamiy, Abu Khalid, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 206 H, hidup di Hait, wafat di Hait .
  3. [3] Muhammad bin 'Amru bin 'Alqamah bin Waqash, Al Laitsiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 145 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, Az Zuhriy, Abu Salamah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 94 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.