Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 5662

Kitab: Kesucian darah

Bab: Yang menjadikan darah muslim boleh ditumpahkan

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَا
كُنَّا مَعَ عُثْمَانَ وَهُوَ مَحْصُورٌ وَكُنَّا إِذَا دَخَلْنَا مَدْخَلًا نَسْمَعُ كَلَامَ مَنْ بِالْبَلَاطِ فَدَخَلَ عُثْمَانُ يَوْمًا ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ إِنَّهُمْ لَيَتَوَاعَدُونِّي بِالْقَتْلِ قُلْنَا يَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ قَالَ فَلِمَ يَقْتُلُونِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ رَجُلٌ كَفَرَ بَعْدَ إِسْلَامِهِ أَوْ زَنَى بَعْدَ إِحْصَانِهِ أَوْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ فَوَاللَّهِ مَا زَنَيْتُ فِي جَاهِلِيَّةٍ وَلَا إِسْلَامٍ وَلَا تَمَنَّيْتُ أَنَّ لِي بِدِينِي بَدَلًا مُنْذُ هَدَانِيَ اللَّهُ وَلَا قَتَلْتُ نَفْسًا فَلِمَ يَقْتُلُونَنِي

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepadaku Ibrahim bin Ya'qub[1], ia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa[2], ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid[3], ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'd[4], ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Umamah bin Sahl[5] dan Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah[6], mereka berdua berkata; kami bersama Utsman[7] dan ia dalam keadaan terkepung. Dan kami apabila memasuki suatu tempat masuk maka kami mendengar perkataan orang di ubin. Kemudian Utsman pada suatu hari masuk kemudian keluar, dan berkata; sesungguhnya mereka mengancamku untuk dibunuh. Kami katakan; Allah akan menolongmu dari mereka. Ia berkata; kenapa mereka akan membunuhku? Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga perkara; yaitu: seseorang yang kafir setelah masuk Islam, atau berzina setelah menikah, atau membunuh jiwa."Demi Allah, saya tidak pernah bezina pada masa jahiliyah dan Islam, dan saya tidak berharap memiliki ganti bagi agamaku setelah Allah memberiku hidayah, dan tidak pernah membunuh jiwa. Maka kenapa mereka akan membunuhku?"

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ibrahim bin Ya'qub bin Ishaq, As Sa'adiy Al Jawzajaaniy, Abu Ishaq, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 256 H, hidup di Syam, wafat di Dujail.
  2. [2] Muhammad bin 'Isa bin Najih, Al Baghdadiy, Abu Ja'far, Ibnu Ath Thabba', Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 224 H, hidup di Thabariyah, wafat di Thabariyah.
  3. [3] Hammad bin Zaid bin Dirham, Abu Isma'il, Al Azraq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 179 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  4. [4] Yahya bin Sa'id bin Qais, Al Anshariy An Najjariy, Abu Sa'id, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 144 H, hidup di Madinah, wafat di Hasyimiyah.
  5. [5] As'ad bin Sahal bin Hunaif, Al Anshariy, Abu Umamah, Shahabat, wafat tahun 100 H, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah, Al 'Anaziy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 85 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  7. [7] Utsman bin 'Affan bin Abi Al 'Ash bin Umayyah, Al Qurasyiy Al Umawiy, Abu 'Amru, Dzu An Nurain, Shahabat, wafat tahun 35 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.