Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 5662

Kitab: Zakat

Bab: Hukuman bagi yang tidak mau membayar zakat

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي كُلِّ إِبِلٍ سَائِمَةٍ فِي كُلِّ أَرْبَعِينَ ابْنَةُ لَبُونٍ لَا يُفَرَّقُ إِبِلٌ عَنْ حِسَابِهَا مَنْ أَعْطَاهَا مُؤْتَجِرًا فَلَهُ أَجْرُهَا وَمَنْ أَبَى فَإِنَّا آخِذُوهَا وَشَطْرَ إِبِلِهِ عَزْمَةٌ مِنْ عَزَمَاتِ رَبِّنَا لَا يَحِلُّ لِآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا شَيْءٌ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami 'Amru bin 'Ali[1] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya[2] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Bahz bin Hakim[3] dia berkata; Bapakku[4] telah menceritakan kepadaku dari kakekku[5], dia berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada setiap empat puluh ekor unta yang dilepas, (mencari makan sendiri), zakatnya satu ekor unta Ibnatu labun (unta yang umurnya memasuki tahun ketiga). Tidak boleh dipisahkan unta itu untuk mengurangi perhitungan zakat. Barangsiapa memberinya karena mengharap pahala, ia akan mendapat pahalanya. Barangsiapa menolak untuk mengeluarkannya, kami akan mengambilnya beserta setengah hartanya, karena keputusan Rabb kami. Tidak halal bagi keluarga Muhammad memakan harta (zakat) sedikitpun."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Amru bin 'Ali bin bahar bin Kunaiz, Al Falas Ash Shairifiy, Abu Hafsh, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 249 H, hidup di Bashrah, wafat di Askar.
  2. [2] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Bahza bin Hakim bin Mu'awiyah bin Hidah, Abu 'Abdul Malik , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Bashrah.
  4. [4] Hakim bin Mu'awiyah bin Haydah, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Bashrah.
  5. [5] Mu'awiyah bin Hayyadah bin Mu'awiyah bin Qusyair, Al_Qusyairiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Bashrah .