Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 5362

Kitab: Shalat

Bab: Larangan mengangkat pandangan ke langit dalam shalat

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ رَفْعِهِمْ أَبْصَارَهُمْ عِنْدَ الدُّعَاءِ فِي الصَّلَاةِ إِلَى السَّمَاءِ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepadaku ath-Thahir[1] dan Amru bin Sawwad[2] keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb[3] telah menceritakan kepadaku al-Laits bin Sa'd[4] dari Ja'far bin Rabi'ah[5] dari Abdurrahman al-A'raj[6] dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu[7] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Hendaklah suatu kaum menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdoa dalam shalat atau (kalau tidak), niscaya pandangan mereka akan dicabut (dibutakan)."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ahmad bin 'Amru bin 'Abdullah bin 'Amru As Sarh, Al Umawiy, Abu Ath Thahir, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 250 H, hidup di Maru.
  2. [2] Amru bin Sawwad bin Al Aswad, Al 'Amiriy, Abu Muhammad, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 245 H, hidup di Maru.
  3. [3] Abdullah bin Wahab bin Muslim, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 197 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  4. [4] Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman, Al Fahmiy, Abu Al Harits, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 175 H, hidup di Maru.
  5. [5] Ja'far bin Rabi'ah bin Syurahbil bin Hasanah, Abu Syurahbil, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 136 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  6. [6] Abdur Rahman bin Hurmuz, Al Madaniy, Abu Daud, Al A'raj, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Iskandariyah.
  7. [7] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.