Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 5362

Kitab: Puasa

Bab: Penjelasan bahwa masuknya puasa adalah dengan terbitnya fajar

و حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَوَادَةَ الْقُشَيْرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغُرَّنَّكُمْ مِنْ سَحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا بَيَاضُ الْأُفُقِ الْمُسْتَطِيلُ هَكَذَا حَتَّى يَسْتَطِيرَ هَكَذَا
وَحَكَاهُ حَمَّادٌ بِيَدَيْهِ قَالَ يَعْنِي مُعْتَرِضًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepadaku Abu Rabi' Az Zahrani[1] telah menceritakan kepada kami Hammad[2] yakni Ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sawadah Al Qusyairi[3] dari bapaknya[4] dari Samurah bin Jundub[5] radliallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kamu terpedaya (untuk tidak makan sahur) oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal di waktu sahur, dan jangan pula karena cahaya putih ini (fajar kadzib) hingga cahaya itu tersebar (cahayanya di ufuk) seperti ini." Hammad memberi isyarat dengan kedua tangannya, yaitu membentang.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Sulaiman bin Daud, Az Zuhraniy Al 'Atakiy, Abu Ar Rabi', Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 234 H, hidup di Baghdad, wafat di Bashrah.
  2. [2] Hammad bin Zaid bin Dirham, Abu Isma'il, Al Azraq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 179 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Abdullah bin Suwadah bin Hanzhalah, Al Qusyairiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Bashrah .
  4. [4] Sawadah bin Hanzhalah, Al Qusyayiriy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Bashrah.
  5. [5] Samrah bij Jundab bin Hilal, Al Fazariy, Abu Sa'id, Shahabat, wafat tahun 58 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.