Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4332

Kitab: Thaharah dan sunah-sunahnya

Bab: Doa setelah wudlu

حَدَّثَنَا عَلْقَمَةُ بْنُ عَمْرٍو الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ الْبَجَلِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Alqamah bin 'Amru Ad Darimi[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin 'Ayyasy[2] dari Abu Ishaq[3] dari Abdullah bin 'Atho` Al Bajali[4] dari Uqbah bin Amir Al Juhani[5] dari Umar Ibnul Khaththab[6] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim berwudlu dan membaguskan wudlunya kemudian membaca; ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLAALLHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya), kecuali akan dibukakan untuknya delapan pintu surga, ia masuk dari pintu mana saja yang ia suka."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Alqamah bin 'Amru bin Al Hushain, Ad Darimiy Al 'Utharidiy, Abu Al Fadlol, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 256 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Abu Bakar bin 'Ayyasy bin Salim, Al Asadiy, Abu Bakar, Al Muqri'i, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 193 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid, As Suba'iy Al Hamdaniy, Abu Ishaq, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 128 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  4. [4] Abdullah bin 'Atha', Al Kufiy, Abu 'Atha', Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Tha'if.
  5. [5] Uqbah bin 'Amir bin 'Abs, Al Juhaniy, Abu Hammad, Shahabat, wafat tahun 58 H, hidup di Maru, wafat di Maqthum.
  6. [6] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.