Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4332

Kitab: Thaharah dan sunah-sunahnya

Bab: Wudlu dengan air sisa kucing dan keringanan di dalamnya

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَنْبَأَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ أَخْبَرَنِي إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبٍ وَكَانَتْ تَحْتَ بَعْضِ وَلَدِ أَبِي قَتَادَةَ
أَنَّهَا صَبَّتْ لِأَبِي قَتَادَةَ مَاءً يَتَوَضَّأُ بِهِ فَجَاءَتْ هِرَّةٌ تَشْرَبُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا ابْنَةَ أَخِي أَتَعْجَبِينَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ أَوْ الطَّوَّافَاتِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid Ibnul Hubab[2] berkata, telah memberitakan kepada kami Malik bin Anas[3] berkata, telah mengabarkan kepadaku Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah Al Anshari[4] dari Humaidah binti Rifa'ah[5] dari Kabsyah binti Ka'ab[6] -isteri salah seorang anak Abu Qotadah-, ia pernah menuangkan air wudlu untuk Abu Qotadah[7], lalu datanglah seekor Kucing yang ingin minum, maka ia pun memiringkan bejana itu untuk Kucing tersebut, aku terus memandanginya. Lalu ia berkata; "Wahai puteri saudaraku, apakah engkau merasa heran? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Kucing tidak najis, ia adalah binatang yang biasa kelilingi (di rumah)."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin 'Utsman, Al 'Abasiy, Abu Bakar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 235 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Zaid bin Al Hubbab bin Ar Rayyan, Al 'Akaliy, Abu Al Husain, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 230 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir, Al Ashbahiy Al Humairiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 179 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Ishaq bin 'Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal , Al Anshariy An Najariy, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Madinah.
  5. [5] Humaidah binti 'Ubaid bin Rifa'ah, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Madinah.
  6. [6] Kabsyah binti Ka'ab bin Malik, Al Anshariyyah, Shahabat, hidup di Madinah.
  7. [7] Al Harits bin Rib'iy, Al Anshari As Sulami, Abu Qatadah, Shahabat, wafat tahun 54 H, hidup di Madinah, wafat di Kufah.