Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ نَصْرِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ أُذُنَيْهِ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Abu Al Walid Ath Thayalisi[1] telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2] dari Qatadah[3] dari Nashr bin 'Ashim[4] dari Malik bin Al Huwairits[5], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila bertakbir, rukuk dan mengangkat kepalanya dari rukuk, maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hisyam bin 'Abdul Mallik, Ath Thayalisiy Al Bahiliy, Abu Al Walid, Shahabat, wafat tahun 227 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, As Sadusiy, Abu Al Khaththab, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Bashrah, wafat di Hait.
  4. [4] Nashr bin 'Ashim, Al Laitsiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, hidup di Bashrah.
  5. [5] Malik bin Al Huwairits, Al Laitsiy, Abu Sulaiman, Shahabat, wafat tahun 74 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.