Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 7008

Kitab: Jual beli

Bab: Jika penjual melakukan khiyar, apakah jual beli boleh dilakukan?

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ بَيِّعَيْنِ لَا بَيْعَ بَيْنَهُمَا حَتَّى يَتَفَرَّقَا إِلَّا بَيْعَ الْخِيَارِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf[1] telah menceritakan kepada kami Sufyan[2] dari 'Abdullah bin Dinar[3] dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma[4] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap dua orang yang melakukan jual beli dianggap tidak terjadi transaksi sah jual beli hingga keduanya berpisah, kecuali jual beli yang tidak membutuhkan perpisahan".

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Yusuf bin Waqid bin 'Utsman, Adl Dlabbiy Al Firyabi, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 212 H, hidup di Syam.
  2. [2] Sufyan bin Sa'id bin Masruq, Ats Tsauriy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Kufah, wafat di Bashrah.
  3. [3] "Abdullah bin Dinar, maula Ibnu 'Umar", Al 'Adawiy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 127 H, hidup di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.