Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
إِنَّ الْوَتْرَ لَيْسَ بِحَتْمٍ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hasyim[1] Telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah[2] Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq[3] dari 'Ashim Bin Dlamrah[4] dari Ali[5], dia berkata; "Sesungguhnya shalat witir bukan wajib, akan tetapi sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan sesungguhnya Allah 'azza wajalla itu ganjil dan suka kepada yang ganjil."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hasyim bin Al Qasim bin Muslim bin Miqsam, Al Laitsiy Al Khurasaniy, Abu AN Nadlor, Qaishar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 207 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Zuhair bin Mu'awiyah bin Hudaij, Al Ja'fiy, Abu Khaitsamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 173 H, hidup di Kufah, wafat di Jazirah.
  3. [3] Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid, As Suba'iy Al Hamdaniy, Abu Ishaq, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 128 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  4. [4] Ashim bin Dlamrah, As Saluliy, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 174 H, hidup di Kufah.
  5. [5] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.