Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الرَّضِيعِ يُنْضَحُ بَوْلُ الْغُلَامِ وَيُغْسَلُ بَوْلُ الْجَارِيَةِ
قَالَ قَتَادَةُ وَهَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا الطَّعَامَ فَإِذَا طَعِمَا غُسِلَا جَمِيعًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Mu'adz Bin Hisyam[1] Telah menceritakan kepadaku bapakku[2] dari Qatadah[3] dari Abu Harb Bin Abul Aswad[4] dari Abu Aswad Ad Dili[5] dari Ali Bin Abu Thalib[6], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang (air kencing) bayi yang masih menyusu: "Air kencing bayi laki-laki cukup diperciki air sedangkan air kencing bayi perempuan dengan di cuci." Qatadah berkata; "Ini dilakukan apabila kedunya (bayi laki-laki dan perempuan) belum memakan makanan (selain asi), dan apabila sudah memakan makanan maka keduanya harus di cuci."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah , Ad Dustuwa'iy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 200 H, hidup di Bashrah.
  2. [2] Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar, Ad Dastuwa'i Ar Rib'i, Abu Bakar, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 154 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, As Sadusiy, Abu Al Khaththab, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Bashrah, wafat di Hait.
  4. [4] Mihjan bin Abi Al Aswad, Ad Diyliy, Abu Harb, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 108 H, hidup di Bashrah.
  5. [5] Zhalim bin 'Amru bin Sufyan, Ad Da'uliy, Abu Al Aswad, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 69H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah .
  6. [6] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.