Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ ذَكَرَ عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَقْلِ الْجَنِينِ إِذَا كَانَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ بِغُرَّةٍ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ فَقَضَى بِذَلِكَ فِي امْرَأَةِ حَمَلِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّابِغَةِ الْهُذَلِيِّ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ya'qub[1], bapakku[2] telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq[3] dari 'Amru bin Syu'aib[4] dari bapaknya[5] dari kakeknya[6], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memutuskan bahwa tebusan bagi janin yang terbunuh masih dalam perut ibunya adalah dengan membayar diyat seorang budak lelaki atau budak wanita. Beliau menerapkan hukum itu pada isteri Hamal bin Malik bin An Nabighah Al Hudzali.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, Az Zuhriy Al Madaniy, Abu Yusuf, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 208 H, hidup di Baghdad, wafat di Falisthina.
  2. [2] Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, Az Zuhriy Al Qurasyiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 185 H, hidup di Madinah.
  3. [3] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  4. [4] Amru bin Syu'aib bin Muhammad bin 'Abdullah bin 'Amru , Al Qurasyiy As Sahmiy, Abu Ibrahim, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 118 H, hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Syu'aib bin 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash, Al Qurasyiy As Sahmiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hijaz.
  6. [6] Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il, As Sahmiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Maru, wafat di Tha'if.