Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالٍ عَنْ وَهْبِ بْنِ الْأَجْدَعِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الشَّمْسُ بَيْضَاءَ مُرْتَفِعَةً

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Jarir Bin Abdul Hamid[1] dari Manshur[2] dari Hilal[3] dari Wahab Bin Al Ajda'[4] dari Ali[5], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh Shalat setelah Ashar kecuali apabila matahari masih berwarna putih di atas."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Jarir bin 'Abdul Hamid bin Qarth, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 188 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Manshur bin Al Mu'tamir, As Sulamiy, Abu 'Ittab, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 132 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Hilal bin Yasaf, Al Asyja'iy, Abu Al Hasan, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Kufah.
  4. [4] Wahab bin Al Ajda', Al Hamdaniy Al Kharifiy, Tabi'in kalangan tua, hidup di Kufah.
  5. [5] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.