Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمٍ وَنَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَفَلَ مِنْ الْغَزْوِ أَوْ الْحَجِّ أَوْ الْعُمْرَةِ يَبْدَأُ فَيُكَبِّرُ ثَلَاثَ مِرَارٍ ثُمَّ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمٍ وَنَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Attab bin Ziyad[1] telah menceritakan kepada kami Abdullah yakni Ibnu Al-Mubarak[2] telah mengkaabrkan kepada kami Musa bin Uqbah[3] dari Salim[4] dan Nafi'[5] dari Abdullah[6] bahwa, apabila Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam kembali dari peperangan atau kembali dari Haji atau Umrah, beliau memulai dengan bertakbir tiga kali kemudian memanjatkan doa: "LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAH LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR, AAYIBUUNA TAA`IBUUNA AABIDUUNA LIRABBINA HAAMIDUUNA, SHADAQALLAAHU WA'DAH WA NASHARA ABDAH WA HAZAMAL AHZAABA WAHDAH (Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya segala kerajaan dan segala nikmat, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, kami bertaubat, dan kami beribadah, dan kami selalu memuji kepada Rabb kami. Maha benar Allah atas segala janji-Nya, Yang telah menolong dan memenangkan para hamba-Nya, dan Dia sematalah yang menghancurkan musuh yang bersekutu)." Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq[7] telah mengabarkan kepada kami Abdullah[6] telah mengabarkan kepada kami Musa bin Uqbah[3] dari Salim[4] dan Nafi'[5] dari Abdullah[6] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, (lalu dia menuturkan seperti hadis di atas).

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Attab bin Ziyad, Al Khurasaniy Al Marwaziy, Abu 'Amru, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 212 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih, Al Hanzhaliy Al Marwaziy, Abu 'Abdur Rahman, Abdan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Himash, wafat di Herrat.
  3. [3] Musa bin 'Uqbah bin Abi 'Ayyasy, Al Asadiy, Abu Muhammad, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 141 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Salim bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Umar, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 106 H, hidup di Madinah.
  5. [5] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.
  7. [7] Ali bin Ishaq, As Sulamiy Al Marwaziy, Abu Al Hasan, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 213 H, hidup di Hiimsh, wafat di Darikan.
  8. [8] Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih, Al Hanzhaliy Al Marwaziy, Abu 'Abdur Rahman, Abdan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 181 H, hidup di Himash, wafat di Herrat.
  9. [9] Musa bin 'Uqbah bin Abi 'Ayyasy, Al Asadiy, Abu Muhammad, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 141 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  10. [10] Salim bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Umar, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 106 H, hidup di Madinah.
  11. [11] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  12. [12] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.