Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ أَبِي الصَّهْبَاءِ حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَادَى فِي النَّاسِ الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَبْدَ اللَّهِ فَانْطَلَقَ إِلَى أَهْلِهِ جَوَادًا فَأَلْقَى ثِيَابًا كَانَتْ عَلَيْهِ وَلَبِسَ ثِيَابًا كَانَ يَأْتِي فِيهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ إِلَى الْمُصَلَّى وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ انْحَدَرَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَقَامَ النَّاسُ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ مَا أَحْدَثَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَوْمَ قَالُوا نَهَى عَنْ النَّبِيذِ قَالَ أَيُّ النَّبِيذِ قَالَ نَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ قَالَ فَقُلْتُ لِنَافِعٍ فَالْجَرَّةُ قَالَ وَمَا الْجَرَّةُ قَالَ قُلْتُ الْحَنْتَمَةُ قَالَ وَمَا الْحَنْتَمَةُ قُلْتُ الْقُلَّةُ قَالَ لَا قُلْتُ فَالْمُزَفَّتُ قَالَ وَمَا الْمُزَفَّتُ قُلْتُ الزِّقُّ يُزَفَّتُ وَالرَّاقُودُ يُزَفَّتُ قَالَ لَا لَمْ يَنْهَ يَوْمَئِذٍ إِلَّا عَنْ الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nadlr[1] telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba[2] telah menceritakan kepada kami Nafi'[3] dari Abdullah bin Umar[4], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyeru orang-orang "mari kita tegakkan shalat bersama-sama". Panggilan ini sampai kepada Abdullah. Ia pun bergegas mendatangi keluarganya dengan tergesa-gesa. Ia lepas pakaiannya. Dikenakannya pakaian yang sering digunakannya jika menemui Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Ia bergegas menuju masjid namun Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah turun dari mimbarnya. Orang-orang pun memandang wajahnya. Maka Abdullah berkata, "Apa yang Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sabdakan pada hari ini?" mereka[5] menjawab, "Beliau melarang Nabidz." Ia berkata, "Nabidz apa?" mereka berkata, "Beliau melarang Duba`dan Naqir." Abdullah berkata; Saya berkata kepada Nafi', "Apakah juga Jarrah?" Nafi' berkata, "Apakah itu Jarrah?" Abdullah berkata; Saya berkata, " yaitu Hantamah." Ia berkata, "Apakah itu Al Hantamah?" saya menjawab, "Yaitu Al Qullah." Ia berkata, "Tidak." Saya bertanya, "Apakah juga Al Muzaffat?" ia berkata, "Apakah itu Al Muzaffat?" saya berkata, "Yaitu kantong air dari kulit yang dilapisi ter atau tempayan/gentong besar yang dilapisi ter." Nafi' berkata, "Pada hari ini beliau tidak melarang kecuali Duba dan Naqir."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hasyim bin Al Qasim bin Muslim bin Miqsam, Al Laitsiy Al Khurasaniy, Abu AN Nadlor, Qaishar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 207 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Uqbah bin Abi Ash Shahba', Ar Rasibiy, Abu Khuraim, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan.
  3. [3] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.
  5. [5] Nama tidak diketahui.