Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ سَمِعْتُ يُونُسَ بْنَ جُبَيْرٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ
طَلَّقْتُ امْرَأَتِي وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِيُرَاجِعْهَا فَإِذَا طَهُرَتْ فَإِنْ شَاءَ فَلْيُطَلِّقْهَا
قَالَ فَقُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ أَفَتَحْتَسِبُ بِهَا قَالَ مَا يَمْنَعُهُ نَعَمْ أَرَأَيْتَ إِنْ عَجَزَ وَاسْتَحْمَقَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far[1] telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2] dari Qatadah[3] saya mendengar Yunus bin Jubair[4] saya telah mendengar Ibnu Umar[5] berkata, "Saya menceraikan isteri saya dalam keadaan haid." Ibnu Umar berkata lagi, "Kemudian Umar mendatangi Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dan menuturkan hal itu kepada NabiShallallahu'alaihi wasallam maka beliau bersabda, 'Hendaklah dia meruju'nya, jika (isterinya) telah suci, dan jika dia mau, silahkan mentalaqnya.'" Dia (Yunus) berkata kepada Ibnu Umar, "Apakah itu dianggap sekali thalak?" dia (Ibnu Umar) berkata, " ya, itu dianggap thalak, lalu apa yang menghalanginya, tahu nggak kau, sekalipun dia lemah dan bodoh.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Ja'far , Al Hudzaliy, Abu 'Abdullah , Ghundar, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 193 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, As Sadusiy, Abu Al Khaththab, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Bashrah, wafat di Hait.
  4. [4] Yunus bin Jubair, Al Bahiliy, Abu Ghallab, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.