Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ أَوْ النَّخْلِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ
فَقِيلَ لِابْنِ عُمَرَ مَا صَلَاحُهُ قَالَ تَذْهَبُ عَاهَتُهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far[1] telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2] dari Abdullah bin Dinar[3] dia berkata, saya mendengar Ibnu Umar[4] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang untuk menjual kurma muda sehingga tampak jelas kematangannya. Ibnu Umar ditanya, "Apa itu kapan dianggap matang?" dia menjawab, "Yaitu ketika telah hilang semua kotoran dan hamanya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Ja'far , Al Hudzaliy, Abu 'Abdullah , Ghundar, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 193 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] "Abdullah bin Dinar, maula Ibnu 'Umar", Al 'Adawiy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 127 H, hidup di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.