Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَاهُ فَقَالَ مُرْ عَبْدَ اللَّهِ فَلْيُرَاجِعْهَا حَتَّى تَطْهُرَ مِنْ حَيْضَتِهَا هَذِهِ ثُمَّ تَحِيضَ حَيْضَةً أُخْرَى فَإِذَا طَهُرَتْ فَلْيُفَارِقْهَا قَبْلَ أَنْ يُجَامِعَهَا أَوْ لِيُمْسِكْهَا فَإِنَّهَا الْعِدَّةُ الَّتِي أُمِرَ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Yahya[1] dari Ubaidullah[2] telah mengabarkan kepadaku Nafi'[3] dari Ibnu Umar[4], bahwa ia menceraikan isterinya yang sedang haid, lalu Umar menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan meminta fatwa beliau. Beliau pun bersabda: "Suruhlah ia merujuknya kembali hingga ia suci dari haid, kemudian satu haid lagi, jika ia telah suci, hendaklah ia menceraikannya sebelum menyetubuhinya, atau hendaklah menahannya (membatalkannya). Begitulah masa 'iddah yang diperintahkan dalam menceraikan wanita."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Ubaidullah bin 'Umar bin Hafsh bin 'Ashim bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy Al 'Umariy, Abu 'Utsman, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  3. [3] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.