Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ مُسْلِمٍ الْخَبَّاطِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَلَقَّى الرُّكْبَانُ أَوْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلَا يَخْطُبْ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَدَعَ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ وَلَا بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ أَوْ تُضْحِيَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Yazid[1] telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b[2] dari Muslim Al Khabbath[3] dari Ibnu Umar[4] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang mencegat para pedagang yang sedang mengendarai kendaraan, atau orang kota menjual barang kepada orang pedalaman, beliau sampaikan: "Janganlah seorang dari kalian meminang di atas pinangan saudaranya hingga ia menikahi atau meninggalkannya. Tidak ada shalat sunnah setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam, dan tidak pula setelah shalat Shubuh hingga matahari meninggi atau masuk waktu Dluha."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Yazid bin Harun, As Sulamiy, Abu Khalid, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 206 H, hidup di Hait, wafat di Hait .
  2. [2] Muhammad bin 'Abdur Rahman bin Al Mughirah bin Al Harits bin Abi Dzi`b, Al Qurasyiy Al 'Amiriy, Abu Al Harits, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 158 H, hidup di Madinah, wafat di Kufah.
  3. [3] Muslim bin Abi Muslim, Al Khayyath Al Makkiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Madinah.
  4. [4] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.