Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَأَرْذَلِ الْعُمُرِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ
قَالَ وَكِيعٌ فِتْنَةُ الصَّدْرِ أَنْ يَمُوتَ الرَّجُلُ وَذَكَرَ وَكِيعٌ الْفِتْنَةَ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Waki'[1] dari Israil[2] dari Abu Ishaq[3] dari 'Amru Bin Maimun[4] dari Umar[5], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dari sifat bakhil, pengecut, dari siksa Qubur, dari umur yang hina dan fitnah hati." Waki' berkata; "Fitnah hati yaitu seseorang yang meninggal, " dan Waki'menyebutkan maksud Al fitnah yaitu sebelum bertobat.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Waki' bin Al Jarrah bin Malih, Ar Ru'asiy, Abu Sufyan, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 196 H, hidup di Kufah, wafat di Ainul Wardah.
  2. [2] Isra'il bin Yunus bin Abi Ishaq, As Subay'iy Al Hamdaniy, Abu Yusuf, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid, As Suba'iy Al Hamdaniy, Abu Ishaq, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 128 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  4. [4] Amru bin Maimun, Al Audiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 74 H, hidup di Kufah.
  5. [5] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.