Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي بُكَيْرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ
هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ فَقُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj[1] Telah menceritakan kepada kami Laits[2] Telah menceritakan kepadaku Bukair[3] dari Abdul Malik Bin Sa'id Al Anshari[4] dari Jabir Bin Abdullah[5] dari Umar Bin Al Khaththab[6] bahwa dia berkata; "Pada suatu hari hasyratku (syahwatku) bergejolak, kemudian mencium (istri) padahal aku sedang berpuasa, maka aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengatakan; "Hari ini aku melakukan suatu perbuatan (kesalahan) yang besar, aku mencium (istri) padahal sedang berpuasa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Apa pendapatmu apabila kamu berkumur-kumur dengan air padahal kamu sedang berpuasa?" Aku menjawab; "Hal itu tidak mengapa (tidak membatalkan puasa)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lalu dimana masalahnya?"

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Hajjaj bin Muhammad, Abu Muhammad, Al A'war, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 206 H, hidup di Syam, wafat di Baghdad.
  2. [2] Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman, Al Fahmiy, Abu Al Harits, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 175 H, hidup di Maru.
  3. [3] Bukair bin 'Abdullah bin Al Asyajj, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 122 H, hidup di Maru, wafat di Madinah.
  4. [4] Abdul Malik bin Sa'id bin Suwaid, Al Anshariy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Madinah.
  5. [5] Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, Al Anshari As Sulamiy, Abu 'Abdullah, Shahabat, wafat tahun 78 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.