Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
{ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ }
شَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ وَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيُّنَا لَا يَظْلِمُ نَفْسَهُ قَالَ إِنَّهُ لَيْسَ الَّذِي تَعْنُونَ أَلَمْ تَسْمَعُوا مَا قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ
{ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ }
إِنَّمَا هُوَ الشِّرْكُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah[1] telah menceritakan kepada kami Al A'masy[2] dari Ibrahim[3] dari 'Alqamah[4] dari Abdullah[5] ia berkata; Ketika turun ayat ini: (Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.), hal itu membuat berat orang-orang, dan mereka berkata; Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya? Beliau bersabda: "Sesungguhnya bukan seperti yang kalian maksud, apakah kalian tidak mendengar apa yang dikatakan seorang hamba shalih: (Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.) Sesungguhnya yang dimaksud adalah syirik.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Muhammad bin Khazim, At Tamimiy As Sa'adiy, Abu Mu'awiyah, Adl Dluraior, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 195 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A'masy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Ibrahim bin Yazid bin Qays, An Nakha'iy, Abu 'Imrah, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 96 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Alqamah bin Qays bin 'Abdullah bin Malik bin 'Alqamah, An Nakha'iy, Abu Syabul, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 62 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  5. [5] Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, Al Hadzliy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Ibnu Ummi 'Abd, Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Kufah, wafat di Madinah.