Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا سَيَّارٌ وَمُغِيرَةُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ
خَصْلَتَانِ يَعْنِي إِحْدَاهُمَا سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأُخْرَى مِنْ نَفْسِي مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَجْعَلُ لِلَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ
وَأَنَا أَقُولُ مَنْ مَاتَ وَهُوَ لَا يَجْعَلُ لِلَّهِ نِدًّا وَلَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Husyaim[1] telah memberitakan kepada kami Sayyar[2] dan Mughirah[3] dari Abu Wa`il[4] ia berkata; Ibnu Mas'ud[5] berkata; Dua sifat, yakni salah satunya telah aku dengarkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan yang lain dari diriku sendiri; Barang siapa yang mati sedangkan ia menjadikan tandingan bagi Allah, niscaya ia masuk Neraka, dan aku berkata; Barang siapa yang mati tidak menjadikan tandingan bagi Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun, niscaya ia masuk surga.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Husyaim bin Basyir bin Al Qasim bin Dinar, As Sulamiy, Abu Mu'awiyah, Ibnu Abi Khazim, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 183 H, hidup di Hait, wafat di Baghdad.
  2. [2] Sayyar bin Abi Sayyar Wardan, Al 'Anbariy, Abu Al Hakam, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 122 H, hidup di Hait, wafat di Hait.
  3. [3] Al Mughirah bin Miqsam, Abu Hisyam, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 136 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Syaqiq bin Salamah, Al Asadiy, Abu Wa'il, Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 82 H, hidup di Kufah.
  5. [5] Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, Al Hadzliy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Ibnu Ummi 'Abd, Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Kufah, wafat di Madinah.