Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِابْنِ عَبَّاسٍ مَا شَأْنُ آلِ مُعَاوِيَةَ يَسْقُونَ الْمَاءَ وَالْعَسَلَ وَآلُ فُلَانٍ يَسْقُونَ اللَّبَنَ وَأَنْتُمْ تَسْقُونَ النَّبِيذَ أَمِنْ بُخْلٍ بِكُمْ أَوْ حَاجَةٍ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَا بِنَا بُخْلٌ وَلَا حَاجَةٌ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَنَا وَرَدِيفُهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَاسْتَسْقَى فَسَقَيْنَاهُ مِنْ هَذَا يَعْنِي نَبِيذَ السِّقَايَةِ فَشَرِبَ مِنْهُ وَقَالَ أَحْسَنْتُمْ هَكَذَا فَاصْنَعُوا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Rauh[1] telah menceritakan kepada kami Hammad[2] dari Humaid[3] dari Bakr bin Abdullah[4] bahwa orang Arab desa berkata kepada Ibnu Abbas[5]; Ada apa dengan keluarga Mu'awiyah yang menyiram air dan madu, dan keluarga Fulan yang menuangkan susu sedangkan kalian yang menuangkan nabidz (rendaman sari buah), apakah karena kebakhilan kalian atau karena kebutuhan? Maka Ibnu Abbas berkata; Kami tidaklah bakhil dan tidak pula punya keperluan, akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama boncengannya, Usamah bin Zaid, datang kepada kami, lalu meminta air lalu kami tuangkan dari yang ini, yakni rendaman sari buah untuk memberi minum, lalu beliau meminumnya seraya bersabda: "Kalian telah berbuat baik, demikianlah, maka lakukanlah."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Rauh bin 'Ubadah bin Al 'Alaa', Al Qaisi, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 205 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Hammad bin Salamah bin Dinar, Abu Salamah, Al Khazzaz, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 167 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Humaid bin Abi Humaid, Abu 'Uibaidah, Ath Thawil, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 142 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Bakar bin 'Abdullah, Al Muzani Al Bashri, Abu 'Abdullah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 106 H, hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.