Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُنْذِرِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُمَرَ أُرَاهُ عَنِ حَجَّاجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَتَلَ رَجُلٌ ابْنَهُ عَمْدًا فَرُفِعَ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَجَعَلَ عَلَيْهِ مِائَةً مِنْ الْإِبِلِ ثَلَاثِينَ حِقَّةً وَثَلَاثِينَ جَذَعَةً وَأَرْبَعِينَ ثَنِيَّةً وَقَالَ لَا يَرِثُ الْقَاتِلُ وَلَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُقْتَلُ وَالِدٌ بِوَلَدِهِ لَقَتَلْتُكَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abul MundZirr yaitu Isma'il Bin Umar[1], menurutku hadits itu bersumber dari Hajjaj[2] dari 'Amru Bin Syu'aib[3] dari bapaknya[4] dari kakeknya[5] dia berkata; seorang lelaki membunuh anaknya dengan sengaja, kemudian hal itu diadukan kepada Umar Bin Al Khaththab[6], lalu Umar membebankan denda seratus ekor unta; tiga puluh ekor unta Hiqqoh (yang memasuki usia empat tahun), tiga puluh ekor unta Jadza'ah (unta betina yang memasuki usia lima tahun) dan empat puluh unta Tsaniyah (yang memasuki usia enam tahun). Umar berkata "pembunuh tidak dapat mewarisi. seandainya aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang ayah tidak dibunuh (diqishas) karena (membunuh) anaknya." Niscaya aku akan membunuhmu."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Isma'il bin 'Umar , Al Wasithiy, Abu Al Mundzir, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, hidup di Baghdad.
  2. [2] Hajjaj bin Arthah bin Tsaur, Abu Artha'ah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 145 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Amru bin Syu'aib bin Muhammad bin 'Abdullah bin 'Amru , Al Qurasyiy As Sahmiy, Abu Ibrahim, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 118 H, hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Syu'aib bin 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash, Al Qurasyiy As Sahmiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Hijaz.
  5. [5] Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il, As Sahmiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Maru, wafat di Tha'if.
  6. [6] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.