Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ الْأَعْمَشَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
لَمَّا مَرِضَ أَبُو طَالِبٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَهْطٌ مِنْ قُرَيْشٍ مِنْهُمْ أَبُو جَهْلٍ فَقَالُوا يَا أَبَا طَالِبٍ ابْنُ أَخِيكَ يَشْتِمُ آلِهَتَنَا يَقُولُ وَيَقُولُ وَيَفْعَلُ وَيَفْعَلُ فَأَرْسِلْ إِلَيْهِ فَانْهَهُ قَالَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ أَبُو طَالِبٍ وَكَانَ قُرْبَ أَبِي طَالِبٍ مَوْضِعُ رَجُلٍ فَخَشِيَ إِنْ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَمِّهِ أَنْ يَكُونَ أَرَقَّ لَهُ عَلَيْهِ فَوَثَبَ فَجَلَسَ فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ فَلَمَّا دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَجِدْ مَجْلِسًا إِلَّا عِنْدَ الْبَابِ فَجَلَسَ فَقَالَ أَبُو طَالِبٍ يَا ابْنَ أَخِي إِنَّ قَوْمَكَ يَشْكُونَكَ يَزْعُمُونَ أَنَّكَ تَشْتُمُ آلِهَتَهُمْ وَتَقُولُ وَتَقُولُ وَتَفْعَلُ وَتَفْعَلُ فَقَالَ يَا عَمِّ إِنِّي إِنَّمَا أُرِيدُهُمْ عَلَى كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ تَدِينُ لَهُمْ بِهَا الْعَرَبُ وَتُؤَدِّي إِلَيْهِمْ بِهَا الْعَجَمُ الْجِزْيَةَ قَالُوا وَمَا هِيَ نَعَمْ وَأَبِيكَ عَشْرًا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ فَقَامُوا وَهُمْ يَنْفُضُونَ ثِيَابَهُمْ وَهُمْ يَقُولُونَ
{ أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ }
قَالَ ثُمَّ قَرَأَ حَتَّى بَلَغَ
{ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ }

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah[1] ia berkata; Aku mendengar Al A'masy[2] berkata; Telah menceritakan kepada kami Abbad bin Ja'far[3] dari Sa'id bin Jubair[4] dari Ibnu Abbas[5] ia berkata; Ketika Abu Thalib menderita sakit, para utusan Quraisy masuk ke rumahnya, di antara mereka terdapat Abu Jahal. Mereka mengatakan; “Wahai Abu Thalib, keponakanmu telah mencela tuhan-tuhan kami, ia mengatakan begini dan begitu, serta berbuat seperti ini dan seperti itu, maka panggil dan laranglah ia!. Kemudian Abu Thalib mengirim utusan untuk memanggil beliau. Saat itu di sisi Abu Thalib terdapat tempat duduk yang kosong untuk satu orang. Maka orang-orang Qurasiy khawatir jika Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam masuk lalu duduk di tempat tersebut hingga dapat mempengaruhi Abu Thalib, lantas salah seorang dari mereka bergegas untuk menempati tempat duduk tersebut. Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam masuk, beliau tidak mendapatkan tempat yang kosong selain di samping pintu, maka beliau duduk di sana. Kemudian Abu Thalib berkata; “Wahai keponakanku, sesungguhnya kaummu mengadukanmu, mereka menuduh bila dirimu telah mencela tuhan-tuhan mereka sambil mengatakan begini dan begini, serta berbuat seperti ini dan ini. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Wahai pamanku, aku hanya menginginkan dari mereka satu kalimat saja, yang dengannya orang-orang Arab beragama dan dengannya orang-orang asing mengeluarkan upeti pada mereka.” Mereka berkata; “Kalimat apakah itu?” Beliau bersabda: “Laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah).” Maka orang-orang Quraisy berdiri dan melepas baju mereka seraya berkata: “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu satu menjadi tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar satu hal yang sangat mengherankan.” (QS Shad; 5). Kemudian beliau membaca sampai ayat “Mereka belum merasakan siksa.” (QS Shad; 8).

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Hammad bin Usamah bin Zaid, Abu Usamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 201 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  2. [2] Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A'masy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.
  3. [3] Yahya bin 'Umarah, Al Kufiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  4. [4] Sa'id bin Jubair bin Hisyam, Al Asadiy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 94 H, hidup di Kufah, wafat di Iraq.
  5. [5] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.