Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كَانَ عُمَرُ رَجُلًا غَيُورًا فَكَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّبَعَتْهُ عَاتِكَةُ ابْنَةُ زَيْدٍ فَكَانَ يَكْرَهُ خُرُوجَهَا وَيَكْرَهُ مَنْعَهَا وَكَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَأْذَنَتْكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَلَا تَمْنَعُوهُنَّ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Isma'il Bin Ibrahim[1] dari Yahya Bin Abu Ishaq[2] dari Salim Bin Abdullah[3] dia berkata; Umar[4] adalah seorang yang cemburuan, apabila dia keluar untuk melaksanakan shalat 'Atikah anak perempuan Zaid mengikutinya, padahal dia tidak suka kalau 'Atikah keluar dan tidak suka juga untuk melarangnya, dan dia bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Apabila istri-istri kalian meminta izin kepada kalian untuk melaksanakan shalat maka janganlah kalian melarang mereka."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim, Al Asadiy, Abu Bisyir, Ibnu 'Ulayyah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 193 H, hidup di Bashrah, wafat di Baghdad.
  2. [2] Yahya bin Abi Ishaq, Al Hadlramiy, An Nahwiy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 136 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Salim bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Umar, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 106 H, hidup di Madinah.
  4. [4] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.