Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ مِهْرَانَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ يَعْنِي الْعَطَّارَ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَجُلٌ كَمْ يَكْفِينِي مِنْ الْوُضُوءِ قَالَ مُدٌّ قَالَ كَمْ يَكْفِينِي لِلْغُسْلِ قَالَ صَاعٌ فَقَالَ الرَّجُلُ لَا يَكْفِينِي قَالَ لَا أُمَّ لَكَ قَدْ كَفَى مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Dawud bin Mihran[1] telah menceritakan kepada kami Dawud[2] yakni Al 'Aththar, dari Ibnu Juraij[3] dari Ubaidullah bin Abu Yazid[4] dari Ibnu Abbas[5], ia berkata; "Seorang laki-laki pernah bertanya; "Berapa banyakkah (air) yang cukup digunakan untuk berwudlu'?" Ia menjawab; "Satu Mud." Laki-laki itu bertanya lagi, "Lalu berapa banyakkah (air) yang cukup digunakan untuk mandi?" Ia menjawab; "Satu sha'." Lalu orang tersebut berkata; "Itu tidak cukup bagiku." Ia menjawab; "Semoga kau kehilangan ibumu, sungguh itu sudah cukup bagi orang yang lebih baik darimu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Daud bin Mihran, Abu Sulaiman, Ad Dabbagh, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 217 H, hidup di Baghdad.
  2. [2] Daud bin 'Abdur Rahman, Abu Sulaiman, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 174 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  3. [3] Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij, Al Umawiy, Abu Al Walid, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 150 H, hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Ubaidullah bin Abi Yazid, Al Makkiy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 126 H, hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.