Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ مُوسَى بْنِ سَلَمَةَ قَالَ
حَجَجْتُ أَنَا وَسِنَانُ بْنُ سَلَمَةَ وَمَعَ سِنَانٍ بَدَنَةٌ فَأَزْحَفَتْ عَلَيْهِ فَعَيَّ بِشَأْنِهَا فَقُلْتُ لَئِنْ قَدِمْتُ مَكَّةَ لَأَسْتَبْحِثَنَّ عَنْ هَذَا قَالَ فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ قُلْتُ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ وَعِنْدَهُ جَارِيَةٌ وَكَانَ لِي حَاجَتَانِ وَلِصَاحِبِي حَاجَةٌ فَقَالَ أَلَا أُخْلِيكَ قُلْتُ لَا فَقُلْتُ كَانَتْ مَعِي بَدَنَةٌ فَأَزْحَفَتْ عَلَيْنَا فَقُلْتُ لَئِنْ قَدِمْتُ مَكَّةَ لَأَسْتَبْحِثَنَّ عَنْ هَذَا فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبُدْنِ مَعَ فُلَانٍ وَأَمَرَهُ فِيهَا بِأَمْرِهِ فَلَمَّا قَفَّا رَجَعَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَصْنَعُ بِمَا أَزْحَفَ عَلَيَّ مِنْهَا قَالَ انْحَرْهَا وَاصْبُغْ نَعْلَهَا فِي دَمِهَا وَاضْرِبْهُ عَلَى صَفْحَتِهَا وَلَا تَأْكُلْ مِنْهَا أَنْتَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ رُفْقَتِكَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ أَكُونُ فِي هَذِهِ الْمَغَازِي فَأُغْنَمُ فَأُعْتِقُ عَنْ أُمِّي أَفَيُجْزِئُ عَنْهَا أَنْ أُعْتِقَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَرَتْ امْرَأَةُ سَلْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيَّ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُمِّهَا تُوُفِّيَتْ وَلَمْ تَحْجُجْ أَيُجْزِئُ عَنْهَا أَنْ تَحُجَّ عَنْهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّهَا دَيْنٌ فَقَضَتْهُ عَنْهَا أَكَانَ يُجْزِئُ عَنْ أُمِّهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَلْتَحْجُجْ عَنْ أُمِّهَا وَسَأَلَهُ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ مَاءُ الْبَحْرِ طَهُورٌ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami 'Affan[1] telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah[2] telah mengabarkan kepada kami Abu At Tayyah[3] dari Musa bin Salamah[4] berkata; aku berhaji bersama Sinan bin Salamah, saat itu Sinan membawa hewan kurban, lalu hewan itu membebaninya (karena kelelahan) sehingga ia bingung karena kondisinya, maka kukatakan; "Bila aku telah sampai di Makkah, aku akan mencari tahu mengenai hal ini." sesampainya di Makkah, aku katakan; "Mari kita temui Ibnu Abbas[5]." kami pun menemuinya, dan saat itu ada seorang budak perempuan disampingnya. Aku mempunyai dua keperluan, dan temanku mempunyai satu keperluan. Ia berkata; "Boleh aku duluan?." Aku jawab; "Tidak." maka aku berkata; Aku membawa hewan kurban, dan ternyata hewan tersebut membebani kami, aku pun berkata; "Bila telah sampai, aku akan mencari tahu tentang hal ini." Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengirimkan hewan kurbannya bersama si fulan, beliau menyuruhnya untuk mengurusinya. Setelah berangkat, ia kembali lagi, lalu berkata; "Wahai Rasulullah, apa yang harus kulakukan bila di antara hewan kurban itu ada yang membebaniku?" Beliau menjawab: "Sembelihlah ia, lalu celupkan sandalnya pada darahnya, kemudian tepukkan pada pundaknya. Dan jangan sampai engkau dan seseseorang dari teman seperjalananmu ikut makan darinya." Lalu aku berkata lagi; "Aku pernah ikut dalam beberapa peperangan, dan aku memperoleh harta rampasan perang, kemudian aku memerdekakan (budak) atas nama ibuku. Apa boleh aku memerdekakan (budak) atas namanya?" Ibnu Abbas menjawab; Istri Salman bin Abdullah Al Juhani menyuruh (seseorang) untuk menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang ibunya yang telah meninggal dan dia belum melaksanakan haji, apa boleh ia menghajikan atas namanya? Nabi Salallahu 'Alaihi wa sallam bersabda: "Bagaimana menurutmu bila ibunya mempunyai hutang lalu ia melunasinya, apakah itu mencukupi atas nama ibunya?" utusan itu menjawab; "Ya." Beliau pun bersabda: "Maka hendaklah ia berhaji atas nama ibunya." Lalu beliau bersabda: "Air laut adalah suci lagi menyucikan."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Affan bin Muslim bin 'Abdullah , Al Bashriy, Abu 'Utsman, AlSh Shaffar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 219 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Hammad bin Salamah bin Dinar, Abu Salamah, Al Khazzaz, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 167 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Yazid bin Humaid, Adl Dluba'iy, Abu At Tayyah, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 128 H, hidup di Bashrah, wafat di Sijistan.
  4. [4] Musa bin Salamah bin Al Muhabbaq, Al Hudzaliy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.