Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ وَأَبُو النَّضْرِ قَالَا ثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ
سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لَا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ قَامَ وَكَانَ يُطِيلُ قَالَ أَبُو النَّضْرِ كَثِيرَ الصُّمَاتِ فَيَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil[1] dan Abu An Nadlr[2], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair[3], telah menceritakan kepada kami Simak bin Harb[4], ia berkata; "Aku pernah menanyakan kepada Jabir bin Samurah[5]; "Apakah kamu sering bergaul dengan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam?." Dia menjawab; "Ya, beliau tidaklah berdiri dari tempat shalat shubuhnya hingga matahari terbit, bila matahari telah terbit, beliau berdiri dan memanjangkan shalatnya, " Abu Nadlr[6] berkata; "Beliau adalah sosok yang pendiam, ketika para sahabat yang berada disisinya tengah bercerita mengenai perkara jahiliyah, kemudian mereka tertawa, namun beliau hanya tersenyum."