Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ مُعَتِّبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى أَبِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ
أَنَّهُ اسْتَفْتَى ابْنَ عَبَّاسٍ فِي مَمْلُوكٍ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ عَتَقَا هَلْ يَصْلُحُ لَهُ أَنْ يَخْطُبَهَا قَالَ نَعَمْ قَضَى بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Yahya[1] dari Ali bin Al Mubarak[2] berkata telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir[3] bahwa Umar bin Mu'annib[4] telah mengabarkan kepadanya bahwa Abu Hasan[5] budak Abu Naufal, telah mengabarkan, bahwa ia telah meminta fatwa kepada Ibnu 'Abbas[6] tentang seorang budak laki-laki yang beristeri budak perempuan, lalu ia mentalaknya dua kali. Kemudian mereka berdua dibebaskan. Apakah masih boleh bagi bekas budak laki-laki itu melamar budak perempuan tersebut? Ia menjawab: "Ya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menghukumi seperti itu."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Ali bin Al Mubarak, Al Hana'iy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Bashrah.
  3. [3] Yahya bin Abi Katsir Shalih bin Al Mutawakkil, Ath Tha'iy Al Bashriy, Abu Nashr, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Yamamah.
  4. [4] Umar bin Mu'attib, Al Madaniy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Madinah.
  5. [5] Abu Al Hasan, Al Madaniy, Abu Al Hasan, Maula Bani Nawfal, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.