Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ وَأَبُو شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ ابْنِ أُخْتِ نَمِرٍ قَالَ
مَا كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مُؤَذِّنٌ وَاحِدٌ يُؤَذِّنُ إِذَا قَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَيُقِيمُ إِذَا نَزَلَ وَأَبُو بَكْرٍ كَذَلِكَ وَعُمَرُ كَذَلِكَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam[1] berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris[2] dan Abu Syihab[3] dari Muhammad bin Ishaq[4] dari Az Zuhri[5] As Sa'ib bin Yazid[6] anak saudara perempuan Numair, berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tidak memiliki muadzin kecuali satu, yang akan melantunkan adzan jika (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) duduk di atas mimbar dan beriqomat jika beliau turun, demikian juga pada masa Abu Bakar dan 'Umar Radliyallahu'anhuma.