Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Duduk jika naik mimbar

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ يَعْنِي ابْنَ عَطَاءٍ عَنْ الْعُمَرِيِّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ كَانَ يَجْلِسُ إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ حَتَّى يَفْرَغَ أُرَاهُ قَالَ الْمُؤَذِّنُ ثُمَّ يَقُومُ فَيَخْطُبُ ثُمَّ يَجْلِسُ فَلَا يَتَكَلَّمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيَخْطُبُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al Anbari[1] telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab yaitu Ibnu 'Atha`[2] dari Al 'Umari[3] dari Nafi'[4] dari Ibnu Umar[5] dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan khutbah dua kali, beliau duduk setelah naik mimbar sehingga Mu'adzin selesai mengumandangkan adzan, setelah itu beliau berdiri dan berkhutbah, lalu duduk lagi dan tidak berbicara kemudian bangkit dan berkhutbah."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Sulaiman, Al Anbariy, Abu Harun, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 234 H, hidup di Anbar.
  2. [2] Abdul Wahhab bin 'Atha', Abu Nashr, Al Khaffaf, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 204 H, hidup di Bashrah, wafat di Baghdad.
  3. [3] Abdullah bin 'Umar bin Hafsh bin 'Ashim bin 'Umar, Al 'Umariy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 171 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.