Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِي زَيْدٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ أَبِي مَعْقِلٍ الْأَسَدِيِّ قَالَ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَتَيْنِ بِبَوْلٍ أَوْ غَائِطٍ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَأَبُو زَيْدٍ هُوَ مَوْلَى بَنِي ثَعْلَبَةَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il[1] telah menceritakan kepada kami Wuhaib[2] telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya[3] dari Abu Zaid[4] dari Abu Ma'qil Al Asadi[5] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kita menghadap dua kiblat (Makkah dan Baitul Maqdis) pada saat buang air besar atau buang air kecil. Abu Dawud mengatakan; Abu Zaid adalah mantan sahaya Bani Tsa'labah.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Musa bin Isma'il, At Tabudzakiy Al Manqiriy, Abu Salamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Wuhaib bin Khalid bin 'Ajlan, Al Bahiliy, Abu Bakar, Shahibu Al Karabis, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 165 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Amru bin Yahya bin 'Umarah bin Abi Hasan, Al Maziniy Al Anshariy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 140 H, hidup di Madinah.
  4. [4] Al Walid, Abu Zaid, Tabi'in kalangan biasa.
  5. [5] Ma'qil bin Abi Ma'qil, Al Asadiy, Tabi'in kalangan pertengahan.