Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Makruhnya bertelekan pada tangan dalam shalat

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شَبُّوَيْهِ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْغَزَّالُ قَالُوا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ أَنْ يَجْلِسَ الرَّجُلُ فِي الصَّلَاةِ وَهُوَ مُعْتَمِدٌ عَلَى يَدِهِ وَقَالَ ابْنُ شَبُّوَيْهِ نَهَى أَنْ يَعْتَمِدَ الرَّجُلُ عَلَى يَدِهِ فِي الصَّلَاةِ وَقَالَ ابْنُ رَافِعٍ نَهَى أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ وَهُوَ مُعْتَمِدٌ عَلَى يَدِهِ وَذَكَرَهُ فِي بَابِ الرَّفْعِ مِنْ السُّجُودِ وَقَالَ ابْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ نَهَى أَنْ يَعْتَمِدَ الرَّجُلُ عَلَى يَدَيْهِ إِذَا نَهَضَ فِي الصَّلَاةِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal[1], Ahmad bin Muhammad bin Syabuaih[2], Muhammad bin Rafi'[3] dan Muhammad bin Abdul Malik Al Ghazzal[4] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq[5] dari Ma'mar[6] dari Isma'il bin Umayyah[7] dari Nafi'[8] dari Ibnu Umar[9] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang -Ahmad bin Hanbal mengatakan- seseorang duduk dalam shalat, sedangkan dia bertopang kepada kedua tangannya." Ibnu Syabuaih; "Beliau melarang seseorang yang sedang shalat bertumpu pada tangannya. ' Ibnu Rafi' mengatakan; "Beliau melarang seseorang yang shalat sambil bertumpu pada tangannya." Dan dia menyebutkannya pada bab "Mengangkat (kepadal) dari sujud", Ibnu Abdul Malik berkata; "Beliau melarang seseorang bertumpu kepada kedua tangannya ketika bangkit (berdiri) dalam shalat."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ahmad bin Muhammad bin Hambal bi Hilal bin Asad, Asy Syaibaniy Al Marwaziy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 241 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Ahmad bin Muhammad bin Tsabit, Al Khaza'iy Al Makhuwaniy, Abu Al Hasan, Ibnu Syabbuwaih, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 230 H, hidup di Himsh, wafat di Thabariyah.
  3. [3] Muhammad bin Rafi' bin Abi Zaid Sabur, Al Qusyairiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 245 H, hidup di Himsh.
  4. [4] Muhammad bin 'Abdul Malik bin Zanjawaih, Al Ghazal, Abu Bakar, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 258 H, hidup di Baghdad.
  5. [5] Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi', Al Humairiy Ash Shan'aniy, Abu Bakar, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 211 H, hidup di Yaman, wafat di Yaman.
  6. [6] Ma'mar bin Raosyid, Al Azdiy Al Bashriy, Abu 'Urwah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 154 H, hidup di Yaman.
  7. [7] Isma'il bin Umayyah bin 'Amru bin Sa'id bin Al 'Ash , Al Umawiy Al Qurasyiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 144 H, hidup di Marur Rawdz.
  8. [8] "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 117 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  9. [9] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.