Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Wudlu dengan nabidz (perasan buah)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَبُو خَلْدَةَ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا الْعَالِيَةِ
عَنْ رَجُلٍ أَصَابَتْهُ جَنَابَةٌ وَلَيْسَ عِنْدَهُ مَاءٌ وَعِنْدَهُ نَبِيذٌ أَيَغْتَسِلُ بِهِ قَالَ لَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar[1] telah menceritakan kepada kami Abdurrahman[2] telah menceritakan kepada kami Abu Khaldah[3] dia berkata; Saya pernah bertanya kepada Abu Al 'Aliyah[4] tentang seseorang yang mengalami junub dan dia tidak mendapatkan air sementara dia mempunyai sari buah, apakah dia boleh mandi janabah dengan sari buah tersebut?" Dia menjawab; "Tidak!"

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Muhammad bin Basysyar bin 'Utsman, Al 'Abdiy, Abu Bakar, Bindar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 252 H, hidup di Bashrah.
  2. [2] Abdur Rahman bin Mahdiy bin Hassan bin 'Abdur Rahman, Al 'Anbariy Al Lu'lu'iy, Abu Sa'id, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Khalid bin Dinar, Abu Al Husain, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 152 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Rufai' bin Mihran, Abu Al 'Aliyyah , Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 90 H, hidup di Bashrah.