Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Shalatnya orang yang tidak menegakkan tulang sulbinya saat rukuk dan sujud

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا أَنَسٌ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاضٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ وَهَذَا لَفْظُ ابْنِ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ السَّلَامَ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ الرَّجُلُ فَصَلَّى كَمَا كَانَ صَلَّى ثُمَّ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ ثُمَّ قَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ حَتَّى فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَقَالَ الرَّجُلُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَ هَذَا فَعَلِّمْنِي قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ اجْلِسْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا
قَالَ الْقَعْنَبِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَقَالَ فِي آخِرِهِ فَإِذَا فَعَلْتَ هَذَا فَقَدْ تَمَّتْ صَلَاتُكَ وَمَا انْتَقَصْتَ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَإِنَّمَا انْتَقَصْتَهُ مِنْ صَلَاتِكَ وَقَالَ فِيهِ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ قَالَ فِيهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَا تَتِمُّ صَلَاةٌ لِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ حَتَّى يَتَوَضَّأَ فَيَضَعَ الْوُضُوءَ يَعْنِي مَوَاضِعَهُ ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَحْمَدُ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ بِمَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيُكَبِّرُ فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّتْ صَلَاتُهُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ وَالْحَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ بِمَعْنَاهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا لَا تَتِمُّ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَغْسِلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَيَمْسَحَ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُكَبِّرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيَحْمَدَهُ ثُمَّ يَقْرَأَ مِنْ الْقُرْآنِ مَا أَذِنَ لَهُ فِيهِ وَتَيَسَّرَ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ حَمَّادٍ قَالَ ثُمَّ يُكَبِّرَ فَيَسْجُدَ فَيُمَكِّنَ وَجْهَهُ قَالَ هَمَّامٌ وَرُبَّمَا قَالَ جَبْهَتَهُ مِنْ الْأَرْضِ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِيَ ثُمَّ يُكَبِّرَ فَيَسْتَوِيَ قَاعِدًا عَلَى مَقْعَدِهِ وَيُقِيمَ صُلْبَهُ فَوَصَفَ الصَّلَاةَ هَكَذَا أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ حَتَّى تَفْرُغَ لَا تَتِمُّ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يَفْعَلَ ذَلِكَ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ عَنْ خَالِدٍ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ إِذَا قُمْتَ فَتَوَجَّهْتَ إِلَى الْقِبْلَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَبِمَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَقْرَأَ وَإِذَا رَكَعْتَ فَضَعْ رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ وَامْدُدْ ظَهْرَكَ وَقَالَ إِذَا سَجَدْتَ فَمَكِّنْ لِسُجُودِكَ فَإِذَا رَفَعْتَ فَاقْعُدْ عَلَى فَخِذِكَ الْيُسْرَى حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَحْيَى بْنِ خَلَّادِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ إِذَا أَنْتَ قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَكَبِّرْ اللَّهَ تَعَالَى ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ عَلَيْكَ مِنْ الْقُرْآنِ وَقَالَ فِيهِ فَإِذَا جَلَسْتَ فِي وَسَطِ الصَّلَاةِ فَاطْمَئِنَّ وَافْتَرِشْ فَخِذَكَ الْيُسْرَى ثُمَّ تَشَهَّدْ ثُمَّ إِذَا قُمْتَ فَمِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى تَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِكَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى الْخُتَّلِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادِ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَصَّ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ فِيهِ فَتَوَضَّأْ كَمَا أَمَرَكَ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ ثُمَّ تَشَهَّدْ فَأَقِمْ ثُمَّ كَبِّرْ فَإِنْ كَانَ مَعَكَ قُرْآنٌ فَاقْرَأْ بِهِ وَإِلَّا فَاحْمَدْ اللَّهَ وَكَبِّرْهُ وَهَلِّلْهُ وَقَالَ فِيهِ وَإِنْ انْتَقَصْتَ مِنْهُ شَيْئًا انْتَقَصْتَ مِنْ صَلَاتِكَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi[1] telah menceritakan kepada kami Anas yaitu Ibnu 'Ayyadl[2]. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mutsanna[3] telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id[4] dari 'Ubaidullah[5] sedangkan lafadz hadits ini berasal dari Al Mutsanna telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abu Sa'id[6] dari ayahnya[7] dari Abu Hurairah[8] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk masjid, bersamaan dengan itu seorang laki-laki masuk masjid lalu shalat, seusai shalat, dia datang sambil memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab salamnya dan bersabda: "Kembali dan shalatlah, karena kamu belum mengerjakan shalat." laki-laki itu kembali mengerjakan shalat sebagaimana ia shalat, kemudian dia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memberi salam kepada beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab salamnya, sabdanya; "Alaikas salam." kemudian bersabda: "Shalatlah kamu, sesungguhnya kamu belum mengerjakan shalat." hal itu di ulanginya sampai tiga kali. Laki-laki itu berkata; "Demi dzat yang telah mengutus-Mu dengan kebenaran, aku tidak dapat mengerjakan yang lebih baik selain cara ini, oleh karena itu ajarilah aku." Beliau bersabda: "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, bertakbirlah, kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah hingga kamu benar-benar (tenang) dalam posisi ruku', setelah itu bangkitlah sampai berdiri lurus kembali, kemudian sujudlah hingga benar-benar dalam posisi sujud, lalu duduklah hingga benar-benar dalam posisi duduk, lalu sujud kembali hingga benar-benar sujud, kemudian lakukanlah hal itu di setiap shalatmu." Al Qa'nabi[1] mengatakan; dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi[10] dari Abu Hurairah[8] …' di akhir haditsnya ia mengatakan; "Jika kamu melakukan seperti ini, maka shalatmu menjadi sempurna, dan apabila kamu mengurangi dari cara ini, berarti kesempurnaan shalatmu juga akan terkurangi." Dalam hadits ini juga di sebutkan; "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudlu'mu." Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il[12] telah menceritakan kepada kami Hammad[13] dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah[14] dari Ali bin Yahya bin Khallad[15] dari pamannya[16] bahwa seorang laki-laki masuk masjid…" selanjutnya dia melanjutkan seperti hadits di atas, lalu dia berkata; "Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia berwudlu' yaitu membasuh anggota wudlu'nya (dengan sempurna) kemudian bertakbir, memuji Allah Jalla wa 'Azza, menyanjung-Nya dan membaca AL Qur'an yang mudah baginya. Setelah itu mengucapkan Allahu Akbar, kemudian ruku' sampai tenang semua persendiannya, lalu mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" sampai berdiri lurus, kemudian mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud sehingga semua persendiannya tenang. Setelah itu mengangkat kepalanya sambil bertakbir. Apabila dia telah mengerjakan seperti demikian, maka shalatnya menjadi sempurna." Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali[17] telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Abdul Malik[18] dan Hajjaj bin Minhal[19] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammam[20] telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah[14] dari Ali bin Yahya bin Khallad[15] dari ayahnya[7] dari pamannya yaitu Rifa'ah bin Rafi'[24] dengan makna yang sama, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sempurna shalat salah seorang dari kalian sehingga dirinya menyempurnakan wudlu' sebagaimana yang di perintahkan Allah Azza wa Jalla, yaitu membasuh mukanya dan kedua tangannya sampai kedua sikunya, dan membasuh kepalanya dan kedua kakinya hingga kedua mata kakinya, kemudian mengucapkan takbir, memuji Allah dan membaca Al Qur'an yang mudah baginya…" kemudian ia menyebutkan seperti haditsnya Hammad, katanya; "…Kemudian bertakbir, bersujud dengan meletakkan muka -Hammam mengatakan; sepertinya dia mengatakan- atau keningnya ke tanah, sehingga semua persendiannya tenang dan menjadi rileks, lalu bertakbir dan duduk pada tempat duduknya hingga lurus tulang punggungnya, maka beliau mempraktekkan cara shalat tersebut hingga empat kali sampai selesai, tidak sempurna shalat seseorang di antara kalian, sehingga ia mengerjakan cara shalat yang seperti ini." telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyah[25] dari Khalid[26] dari Muhammad yaitu Ibnu 'Amru[27] dari Ali bin Yahya bin Khallad[15] dari ayahnya[7] dari Rifa'ah bin Rafi'[30] dengan kisah seperti ini, sabdanya: "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, dan wajahmu telah menghadap ke arah kiblat, maka bertakbirlah lalu bacalah Ummul Qur'an dan surat sesuka hatimu, dan sesuai kehendak Allah untuk kamu baca, apabila kamu ruku', maka letakkanlah kedua telapak tanganmu di atas kedua lututmu dan hamparkanlah punggungmu." Setelah itu beliau bersabda: "Apabila kamu hendak sujud, maka kuatkanlah (kedua tangan) untuk menyangga sujudmu, dan apabila kamu mengangkat (kepala dari sujud) maka duduklah di atas pahamu yang kiri." Telah menceritakan kepada kami Mu'ammal bin Hisyam[31] telah menceritakan kepada kami Isma'il[32] dari Muhammad bin ishaq[33] telah menceritakan kepadaku Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi'[34] dari ayahnya[7] dari pamannya yaitu Rifa'ah bin Rafi'[24] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan kisah seperti ini, beliau bersabda: "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, bertakbirlah kepada Allah Ta'ala, kemudian bacalah Al Qur'an yang mudah bagimu." -dalam hadits tersebut beliau juga bersabda- Apabila kamu duduk di tengah mengerjakan shalat, maka tenangkanlah dirimu dan duduklah di atas paha kirimu, kemudian bacalah tasyahud. Setelah itu, apabila kamu berdiri, kerjakanlah seperti itu pula, sehingga kamu selesai dari shalat." Telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Musa Al Khuttali[37] telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far[38] telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi' Az Zuraqi[39] dari ayahnya[7] dari kakeknya[41] dari Rifa'ah bin Rafi'[30] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam -lalu di ceritakannya hadits tersebut, di antaranya beliau bersabda: "Maka berwudlu'lah sebagaimana yang di perintahkan oleh Allah Jalla wa Azza kepadamu, kemudian bacalah Tasyahud (setelah wudlu), dan dirikanlah (shalat) kemudian bertakbirlah, jika kamu bisa membaca (hafal) dari surat Al Qur'an, maka bacalah, jika tidak (bisa membaca), maka bertahmid (membaca Al Hamdulillah), bertakbir (membaca Allahu Akbar) dan bertahlil (membaca Laa ilaaha illallah) lah kepada Allah." -dalam hadits itu pula beliau bersabda; "…Jika kamu mengurangi sedikit dari cara tersebut, berarti kamu mengurangi (kesempurnaan) shalatmu."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab, Al Qa'nabiy Al Haritsiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 221 H, hidup di Madinah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Anas bin 'Iyadl boin Dlamrah , Al Laitsiy, Abu Dlamrah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 200 H, hidup di Madinah.
  3. [3] Muhammad bin Al Mutsannaa bin 'Ubaid, Al 'Anaziy, Abu Musa, Az Zaman, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 252 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  5. [5] Ubaidullah bin 'Umar bin Hafsh bin 'Ashim bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy Al 'Umariy, Abu 'Utsman, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Sa'id bin Abi Sa'id Kaisan, Al Maqburiy, Abu Sa'ad, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 123 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  7. [7] Kaisan, Al Maqburiy, Abu Sa'id, Shahibu Al 'Uba', Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 100 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  8. [8] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  9. [9] Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab, Al Qa'nabiy Al Haritsiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 221 H, hidup di Madinah, wafat di Bashrah.
  10. [10] Sa'id bin Abi Sa'id Kaisan, Al Maqburiy, Abu Sa'ad, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 123 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  11. [11] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  12. [12] Musa bin Isma'il, At Tabudzakiy Al Manqiriy, Abu Salamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  13. [13] Hammad bin Salamah bin Dinar, Abu Salamah, Al Khazzaz, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 167 H, hidup di Bashrah.
  14. [14] Ishaq bin 'Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal , Al Anshariy An Najariy, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Madinah.
  15. [15] Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi', Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  16. [16] Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Abu Mu'adz, Shahabat, wafat tahun 41 H, hidup di Madinah.
  17. [17] Al Hasan bin 'Ali bin Muhammad, Al Khallal Al Hulwaniy, Abu 'Ali, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 242 H, hidup di Marur Rawdz.
  18. [18] Hisyam bin 'Abdul Mallik, Ath Thayalisiy Al Bahiliy, Abu Al Walid, Shahabat, wafat tahun 227 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  19. [19] Hajjaj bin Al Minhal, ABuMuhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 217 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  20. [20] Hammam bin Yahya bin Dinar, Al Azdiy Al 'Awdziy, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 165 H, hidup di Bashrah .
  21. [21] Ishaq bin 'Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal , Al Anshariy An Najariy, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Madinah.
  22. [22] Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi', Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  23. [23] Yahya bin Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Al Anshariy Az Zuraqiy, Shahabat, wafat tahun 71 H, hidup di Madinah.
  24. [24] Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Abu Mu'adz, Shahabat, wafat tahun 41 H, hidup di Madinah.
  25. [25] Wahab bin Baqiyyah bin 'Utsman, Al Wasithiy, Abu Muhammad, Wahban, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 239 H, hidup di Hait.
  26. [26] Khalid bin 'Abdullah bin 'Abdur Rahman bin Yazaid, Abu Al Haitsam, Ath Thahhan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 179 H, hidup di Hait, wafat di Hait.
  27. [27] Muhammad bin 'Amru bin 'Alqamah bin Waqash, Al Laitsiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 145 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  28. [28] Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi', Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  29. [29] Yahya bin Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Al Anshariy Az Zuraqiy, Shahabat, wafat tahun 71 H, hidup di Madinah.
  30. [30] Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Abu Mu'adz, Shahabat, wafat tahun 41 H, hidup di Madinah.
  31. [31] Mu'ammal bin Hisyam, Al Yasykuriy, Abu Hisyam, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 253 H, hidup di Bashrah.
  32. [32] Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim, Al Asadiy, Abu Bisyir, Ibnu 'Ulayyah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 193 H, hidup di Bashrah, wafat di Baghdad.
  33. [33] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  34. [34] Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi', Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  35. [35] Yahya bin Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Al Anshariy Az Zuraqiy, Shahabat, wafat tahun 71 H, hidup di Madinah.
  36. [36] Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Abu Mu'adz, Shahabat, wafat tahun 41 H, hidup di Madinah.
  37. [37] Abbad bin Musa, Al Khuttaliy Al Anbariy, Abu Muhammad, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 229 H, hidup di Baghdad, wafat di Thabariyah.
  38. [38] Isma'il bin Ja'far bin Abi Katsir, Al Anshariy Az Zaraqiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 180 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  39. [39] Yahya bin 'Ali bin Yahya, Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  40. [40] Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi', Az Zurqiy Al Anshariy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 129 H, hidup di Madinah.
  41. [41] Yahya bin Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Al Anshariy Az Zuraqiy, Shahabat, wafat tahun 71 H, hidup di Madinah.
  42. [42] Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al 'Ajlan, Abu Mu'adz, Shahabat, wafat tahun 41 H, hidup di Madinah.