Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Berapa (kain) yang dikenakan wanita untuk shalat

حَدَّثَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
أَنَّهَا سَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتُصَلِّي الْمَرْأَةُ فِي دِرْعٍ وَخِمَارٍ لَيْسَ عَلَيْهَا إِزَارٌ قَالَ إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُورَ قَدَمَيْهَا
قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَبَكْرُ بْنُ مُضَرَ وَحَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ وَإِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ وَابْنُ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ لَمْ يَذْكُرْ أَحَدٌ مِنْهُمْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَصَرُوا بِهِ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Mujahid bin Musa[1] telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar[2] telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar[3] dari Muhammad bin Zaid[4] dengan hadits ini, dia berkata dari Ummu Salamah[5] bahwasanya dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; Bolehkah wanita shalat memakai gamis dan jilbab tanpa memakai kain sarung? Beliau menjawab: "Boleh apabila gamisnya itu longgar yang dapat menutupi punggung kakinya. Abu Dawud berkata; Hadits ini telah diriwayatkan oleh Malik bin Anas[6] dan Bakr bin Mudlar[7] dan Hafzh bin Ghiyats[8] dan Isma'il bin Ja'far[9] dan Ibnu Abi Dzi`b[10] dan Ibnu Ishaq[11] dari Muhammad bin Zaid[4] dari Ibunya[13] dari Ummu Salamah[5], salah satu dari mereka tidak menyebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka hanya menyebutkan Ummu Salamah radliallahu 'anha.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Mujahid bin Musa bin Farrukh, Al Khawarizmiy Al Khattaliy, Abu 'Ali, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 244 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Utsman bin 'Umar bin Faris bin Laqith, Al 'Abdiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 209 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Dinar, Al 'Adawiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Madinah.
  4. [4] Muhammad bin Zaid bin Al Muhajir bin Qanfadz, At Taymiy Al Jud'aniy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Madinah.
  5. [5] Hind binti Abi Umayyah bin Al Mughirah, Al Makhzumiyyah, Ummu Salamah, Ummu Al Mu'minin, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 62 H, hidup di Madinah.
  6. [6] Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir, Al Ashbahiy Al Humairiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 179 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  7. [7] Bakar bin Mudlor bin Muhammad bin Hakim, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 174 H, hidup di Maru.
  8. [8] Hafsh bin Ghiyats bin Thalq, Abu 'Umar, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 194 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  9. [9] Isma'il bin Ja'far bin Abi Katsir, Al Anshariy Az Zaraqiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 180 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  10. [10] Muhammad bin 'Abdur Rahman bin Al Mughirah bin Al Harits bin Abi Dzi`b, Al Qurasyiy Al 'Amiriy, Abu Al Harits, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 158 H, hidup di Madinah, wafat di Kufah.
  11. [11] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  12. [12] Muhammad bin Zaid bin Al Muhajir bin Qanfadz, At Taymiy Al Jud'aniy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Madinah.
  13. [13] "Aminah, ibunda Muhammad bin Zaid Al Muhajir", Ummu Haram, Tabi'in kalangan biasa.
  14. [14] Hind binti Abi Umayyah bin Al Mughirah, Al Makhzumiyyah, Ummu Salamah, Ummu Al Mu'minin, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 62 H, hidup di Madinah.