Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Adab

Bab: Menebang pohon bidara

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ
سُئِلَ أَبُو دَاوُد عَنْ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ هَذَا الْحَدِيثُ مُخْتَصَرٌ يَعْنِي مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً فِي فَلَاةٍ يَسْتَظِلُّ بِهَا ابْنُ السَّبِيلِ وَالْبَهَائِمُ عَبَثًا وَظُلْمًا بِغَيْرِ حَقٍّ يَكُونُ لَهُ فِيهَا صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ خَالِدٍ وَسَلَمَةُ يَعْنِي ابْنَ شَبِيبٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ ثَقِيفٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali[1] berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Usamah[2] dari Ibnu Juraij[3] dari Utsman bin Abu Sulaiman[4] dari Sa'id bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im[5] dari Abdullah bin Hubsyi[6] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menebang pohon bidara maka Allah akan membenamkan kepalanya dalam api neraka." Abu Dawud pernah ditanya tentang hadits tersebut, lalu ia menjawab, "Secara ringkas, makna hadits ini adalah bahwa barangsiapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zhalim; padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musafir dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka." Telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Khalid[7] dan Salamah[8] -maksudnya Salamah bin Syabib- keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq[9] berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar[10] dari Utsman bin Abu Sulaiman[4] dari seorang laki-laki penduduk Tsaqif[12] dari Urwah bin Az Zubair[13] dan ia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits tersebut."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Nashr bin 'Ali bin Nashr bin Shubhan, Al Azdiy Al Jahdlomiy, Abu 'Amru, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 250 H, hidup di Bashrah.
  2. [2] Hammad bin Usamah bin Zaid, Abu Usamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 201 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  3. [3] Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij, Al Umawiy, Abu Al Walid, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 150 H, hidup di Marur Rawdz.
  4. [4] Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth'im, An Naufaliy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Sa'id bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im, Al Qurasyiy An Naufaliy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin Hubsyiy, Al Khasy'amiy, Abu Qatilah, Shahabat, hidup di Marur Rawdz.
  7. [7] Makhlad bin Khalid bin Yazid, Asy Sya'iriy Al 'Asqalaniy, Abu Muhammad, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Thabariyah.
  8. [8] Salamah bin Syabib, An Naisaburiy As Sam'iy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 247 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  9. [9] Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi', Al Humairiy Ash Shan'aniy, Abu Bakar, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 211 H, hidup di Yaman, wafat di Yaman.
  10. [10] Ma'mar bin Raosyid, Al Azdiy Al Bashriy, Abu 'Urwah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 154 H, hidup di Yaman.
  11. [11] Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth'im, An Naufaliy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Marur Rawdz.
  12. [12] Nama tidak diketahui.
  13. [13] Urwah bin Az Zubair bin Al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu, Al Asadiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 93 H, hidup di Madinah.