Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Adab

Bab: Doa saat bangun pagi

حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ عُمَرَ بْنِ جُعْثُمٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْأَزْهَرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَرَازِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي شَرِيقٌ الْهَوْزَنِيُّ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَسَأَلْتُهَا بِمَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ إِذَا هَبَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَتْ لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ قَبْلَكَ كَانَ إِذَا هَبَّ مِنْ اللَّيْلِ كَبَّرَ عَشْرًا وَحَمَّدَ عَشْرًا وَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَشْرًا وَقَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ عَشْرًا وَاسْتَغْفَرَ عَشْرًا وَهَلَّلَ عَشْرًا ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ ضِيقِ الدُّنْيَا وَضِيقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ عَشْرًا ثُمَّ يَفْتَتِحُ الصَّلَاةَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Katsir bin Ubaid[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin Walid[2] dari Umar bin Ju'tsum[3] ia berkata; telah menceritakan kepadaku Al Azhar bin Abdullah Al Harazi[4] ia berkata; telah menceritakan kepadaku Syariq Al Hauzani[5] ia berkata, "Aku menemui 'Aisyah[6] radliallahu 'anha, lalu aku bertanya kepadanya tentang do`a yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika malam telah tiba. 'Aisyah lalu menjawab, "Engkau telah bertanya kepadaku tentang sesuatu yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun sebelummu. Jika malam telah tiba, beliau bertakbir sepuluh kali, tahmid sepuluh kali, lalu mengucapkan; SUBHAANAALLAHI WA BIHAMDIHI (Maha Suci Allah, aku memuji-Mu) sepuluh kali. Kemudian membaca; SUBHAANAL MALIKIL QUDUUSI (Maha Suci Allah yang menjadi Raja) sepuluh kali, lalu beristighfar sepuluh kali dan membaca tahlil sepuluh kali. Setelah itu beliau mengucapkan; ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN DLIIQID DUNYAA WA DLIIQI YAUMIL QIYAAMAH (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan di dunia dan di akhirat) sepuluh kali, baru kemudian membuka (mulai) shalat."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Katsir bin 'Ubaid bin Numair, Al Madzhajiy Al Hidza', Abu Al Hasan, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 250 H, hidup di Syam.
  2. [2] Baqiyyah bin Al Walid bin Sha'id, Abu Yahmad, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 197 H, hidup di Syam.
  3. [3] Umar bin Ju'tsum, Al Qurasyiy Al Himshiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Syam.
  4. [4] Azhar bin 'Abdullah bin Jami', Al Hiraziy Al himshiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Syam.
  5. [5] Syariq, Al Hawzaniy Al Himshiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Syam.
  6. [6] Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq, At Taymiyyah, Ummu 'Abdullah, Ummu Al Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 58 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.