Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Thaharah

Bab: Bersiwak

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ الطَّائِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قُلْتُ أَرَأَيْتَ تَوَضُّؤَ ابْنِ عُمَرَ لِكُلِّ صَلَاةٍ طَاهِرًا وَغَيْرَ طَاهِرٍ عَمَّ ذَاكَ فَقَالَ حَدَّثَتْنِيهِ أَسْمَاءُ بِنْتُ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي عَامِرٍ حَدَّثَهَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرَ بِالْوُضُوءِ لِكُلِّ صَلَاةٍ طَاهِرًا وَغَيْرَ طَاهِرٍ فَلَمَّا شَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِ أُمِرَ بِالسِّوَاكِ لِكُلِّ صَلَاةٍ
فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَرَى أَنَّ بِهِ قُوَّةً فَكَانَ لَا يَدَعُ الْوُضُوءَ لِكُلِّ صَلَاةٍ قَالَ أَبُو دَاوُد إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ رَوَاهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Auf Ath Tha`i[1] telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khalid[2] telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq[3] dari Muhammad bin Yahya bin Hibban[4] dari Abdullah bin Abdullah bin Umar[5], Muhammad bin Yahya berkata; Saya bertanya kepada Abdullah bin Abdullah bin Umar; "bagaimana anda melihat wudhunya Ibnu Umar di setiap shalat, baik dalam keadaan suci ataupun tidak, dari sebab apa itu?" Maka dia menjawab; Telah menceritakan kepada saya Asma` binti Zaid bin Al Khaththab[6] bahwasanya Abdullah bin Hanzhalah bin Abi Amir[7] telah menceritakan kepadanya; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah diperintahkan berwudhu untuk setiap kali shalat baik dalam keadaan suci maupun tidak. Tatkala hal itu terasa berat bagi beliau, maka beliau diperintahkan untuk bersiwak di setiap kali shalat. Namun Ibnu Umar merasa bahwa dia kuat untuk melaksanakan hal itu, maka dia pun tidak meninggalkan wudhu untuk setiap kali shalat. Abu Dawud berkata; Ibrahim bin Sa'ad[8] meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Ishaq[3] dia berkata; Ubaidullah bin Abdullah[10] (bukan Abdullah bin Abdullah).

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin 'Auf bin Sufyan, Ath Tha'iy Al Himshiy, Abu Ja'far, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 272 H, hidup di Syam.
  2. [2] Ahmad bin Khalid, Al Wahabiy Al Himshiy, Abu Sa'id, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 214 H, wafat di Syam.
  3. [3] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  4. [4] Muhammad bin Yahya bin Hibban, Al Anshariy Al Maziniy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 121 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdullah bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 105 H, hidup di Madinah.
  6. [6] Asma' binti Zaid bin Al Khaththab, Al 'Adawiyah, Shahabiyah.
  7. [7] Abdullah bin Hanzhalah bin Abi 'Amir, Al Ausiy Al Anshariy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Madinah.
  8. [8] Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, Az Zuhriy Al Qurasyiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 185 H, hidup di Madinah.
  9. [9] Muhammad bin Ishaq bin Yasar, Al Muthallibiy, Abu Bakar, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 150 H, hidup di Madinah, wafat di Baghdad.
  10. [10] Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, Al 'Adawiy, AbuBakar, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Madinah .