Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Tempat-tempat yang dilarang untuk digunakan shalat

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَزْهَرَ عَنْ عَمَّارِ بْنِ سَعْدٍ الْمُرَادِيِّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ الْغِفَارِيِّ
أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَرَّ بِبَابِلَ وَهُوَ يَسِيرُ فَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ يُؤَذِّنُ بِصَلَاةِ الْعَصْرِ فَلَمَّا بَرَزَ مِنْهَا أَمَرَ الْمُؤَذِّنَ فَأَقَامَ الصَّلَاةَ فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ إِنَّ حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانِي أَنْ أُصَلِّيَ فِي الْمَقْبَرَةِ وَنَهَانِي أَنْ أُصَلِّيَ فِي أَرْضِ بَابِلَ فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَزْهَرَ وَابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَجَّاجِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ الْغِفَارِيِّ عَنْ عَلِيٍّ بِمَعْنَى سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ قَالَ فَلَمَّا خَرَجَ مَكَانَ فَلَمَّا بَرَزَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud[1] telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb[2] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi'ah[3] dan Yahya bin Azhar[4] dari Ammar bin Sa'd Al-Muradi[5] dari Abu Shalih Al-Ghifari[6] bahwasanya Ali radliallahu 'anhu[7] melewati negeri Babilonia dalam sebuah perjalanannya, kemudian seorang muadzin mengumandangkan adzan shalat Ashar, maka ketika dia telah keluar dari negeri tersebut, dia memerintahkan seseorang untuk mengumandangkan adzan lalu dilaksanakanlah shalat, ketika dia selesai melaksanakan shalat, dia berkata; Sesungguhnya kekasihku shallallahu 'alaihi wasallam melarangku untuk melaksanakan shalat di kuburan dan melarangku juga untuk melaksanakan shalat di negeri babilonia, karena negeri ini terlaknat. Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih[8] telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb[2] telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Azhar[4] dan Ibnu Lahi'ah[3] dari Al-Hajjaj bin Syaddad[12] dari Abu Shalih Al-Ghifari[6] dari Ali[14] yang maknanya sama dengan hadits Sulaiman bin Dawud dengan menyebutkan kata kharaja sebagai ganti kata baraza.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Sulaiman bin Daud bin Hammad bin Sa'ad, Al Mahri, Abu Ar Rabi', Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 253 H, hidup di Maru.
  2. [2] Abdullah bin Wahab bin Muslim, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 197 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  3. [3] Abdullah bin Lahi'ah, Al Hadlramiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 174 H, hidup di Maru.
  4. [4] Yahya bin Azhar, Al Qurasyiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Maru.
  5. [5] Ammar bin Sa'ad, As Sulhashiiy Al Muradiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 148 H, hidup di Maru.
  6. [6] Sa'id bin 'Abdur Rahman, Al Ghifariy, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Maru.
  7. [7] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  8. [8] Ahmad bin Shalih, Al Mishriy, Abu Ja'far, Ibnu Ath Thabariy, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 248 H, hidup di Maru.
  9. [9] Abdullah bin Wahab bin Muslim, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 197 H, hidup di Maru, wafat di Maru.
  10. [10] Yahya bin Azhar, Al Qurasyiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Maru.
  11. [11] Abdullah bin Lahi'ah, Al Hadlramiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 174 H, hidup di Maru.
  12. [12] Hajjaj bin Syaddad, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Maru.
  13. [13] Sa'id bin 'Abdur Rahman, Al Ghifariy, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Maru.
  14. [14] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.