Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Larangan meludah dalam masjid

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحِبُّ الْعَرَاجِينَ وَلَا يَزَالُ فِي يَدِهِ مِنْهَا فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ فَرَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ مُغْضَبًا فَقَالَ أَيَسُرُّ أَحَدَكُمْ أَنْ يُبْصَقَ فِي وَجْهِهِ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَإِنَّمَا يَسْتَقْبِلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَالْمَلَكُ عَنْ يَمِينِهِ فَلَا يَتْفُلْ عَنْ يَمِينِهِ وَلَا فِي قِبْلَتِهِ وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ فَإِنْ عَجِلَ بِهِ أَمْرٌ فَلْيَقُلْ هَكَذَا وَوَصَفَ لَنَا ابْنُ عَجْلَانَ ذَلِكَ أَنْ يَتْفُلَ فِي ثَوْبِهِ ثُمَّ يَرُدَّ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hubaib bin Arabi[1] telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al-Harits[2] dari Muhammad bin 'Ajlan[3] dari 'Iyadl bin Abdullah[4] dari Abu Sa'id Al-Khudri[5] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka membawa tandan kurma, beliau memegangnya dan masuk Masjid, tiba-tiba dia mendapati dahak di arah kiblat Masjid, maka beliau menggosoknya, kemudian beliau menghadap kepada jama'ah dengan marah seraya bersabda: "Apakah salah seorang di antara kalian suka diludahi mukanya? Sesungguhnya seseorang apabila sedang menghadap kiblat, maka sebenarnya dia sedang menghadap Rabbnya Azza wa Jalla, sedangkan malaikat ada di sebelah kanannya. Karena itu, janganlah berludah ke arah kanannya dan jangan pula ke depannya, akan tetapi berludahlah ke kirinya atau ke bawah kakinya, jika ada sesuatu yang mengharuskannya segera meludah, maka lakukanlah seperti ini." Ibnu Ajlan mempraktekannya, yaitu: beliau meludah ke kainnya, kemudian menggosok-gosokkan sebagiannya terhadap bagian yang lain.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Yahya bin Habib bin 'Arabiy, Al Haritsiy, Abu Zakariya', Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 248 H, hidup di Bashrah/Bashriy.
  2. [2] Khalid bin Al Harits, Abu 'Utsman, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 186 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Muhammad bin 'Ajlan, Al Qurasyiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 148 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah, Al 'Amiriy Al Qurasyiy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Maru, wafat di Marur Rawdz.
  5. [5] Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, Al Khudriy Al Anshariy, Abu Sa'id, Shahabat, wafat tahun 74 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.