Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Diyat

Bab: Imam memerintahkan untuk memberi maaf dalam kasus pembunuhan

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ الْجُشَمِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَوْفٍ حَدَّثَنَا حَمْزَةُ أَبُو عُمَرَ الْعَائِذِيُّ حَدَّثَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ وَائِلٍ حَدَّثَنِي وَائِلُ بْنُ حُجْرٍ قَالَ
كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جِيءَ بِرَجُلٍ قَاتِلٍ فِي عُنُقِهِ النِّسْعَةُ قَالَ فَدَعَا وَلِيَّ الْمَقْتُولِ فَقَالَ أَتَعْفُو قَالَ لَا قَالَ أَفَتَأْخُذُ الدِّيَةَ قَالَ لَا قَالَ أَفَتَقْتُلُ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ بِهِ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ أَتَعْفُو قَالَ لَا قَالَ أَفَتَأْخُذُ الدِّيَةَ قَالَ لَا قَالَ أَفَتَقْتُلُ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ بِهِ فَلَمَّا كَانَ فِي الرَّابِعَةِ قَالَ أَمَا إِنَّكَ إِنْ عَفَوْتَ عَنْهُ يَبُوءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِ صَاحِبِهِ قَالَ فَعَفَا عَنْهُ قَالَ فَأَنَا رَأَيْتُهُ يَجُرُّ النِّسْعَةَ
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي جَامِعُ بْنُ مَطَرٍ حَدَّثَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ وَائِلٍ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar bin Maisarah Al Jusyami[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id[2] dari Auf[3] berkata; telah menceritakan kepada kami Hamzah Abu Umar Al 'Aidzi[4] berkata, telah menceritakan kepadaku Alqamah bin Wail[5] berkata, telah menceritakan kepadaku Wail bin Hujr[6] ia berkata, "Aku pernah di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu didatangkan ke hadapan beliau seorang pembunuh yang pada lehernya telah diikat dengan tali." Wail berkata, "Beliau lalu mengundang wali korban dan bertanya: "Apa kamu tidak memberi maaf?" Ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apa kamu tidak ingin mengambil tebusan?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apa kamu ingin membunuhnya?" ia menjawab, "Benar." Beliau bersabda: "Kalau begitu bawalah ia pergi." Ketika wali korban itu beranjak pergi, beliau kembali bertanya: "Apa kamu tidak memberi maaf?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apa kamu tidak ingin mengambil tebusan?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apa kamu ingin membunuhnya?" ia menjawab, "Benar." Beliau bersabda: "Kalau begitu bawalah ia pergi." Maka pada kali keempatnya beliau bersabda: "Jika engkau memberinya maaf, maka ia akan menanggung dosanya sendiri dan dosa saudaramu." Wail berkata, "Wali korban itu akhirnya memaafkannya." Wail berkata, "Aku melihat pembunuh melepas tali pengikatnya." Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar bin Umar bin Maisarah[7] berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id[2] ia berkata; telah menceritakan kepadaku Jami' bin Mathar[9] berkata, telah menceritakan kepadaku Alqamah bin Wail[5] dengan sanad dan maknanya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Ubaidullah bin 'Umar bin Maysarah, Al Qawaririy Al Bashriy, Abu Sa'id, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 235 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Auf bin Abi Jamilah, Al 'Abdiy Al Hajriy, Abu Sahal, Al A'rabiy, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 146 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Hamzah bin 'Amru, Abu 'Umar, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Bashrah.
  5. [5] Alqamah bin Wa'il bin Hajar, Al Hadlramiy Al Kindiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  6. [6] Wa'il bin Hajar bin Sa'ad, Al Kindiy Al Hadlramiy, Abu Hunaidah, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Kufah.
  7. [7] Ubaidullah bin 'Umar bin Maysarah, Al Qawaririy Al Bashriy, Abu Sa'id, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 235 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  8. [8] Yahya bin Sa'id bin Farrukh, Al Qaththan At Tamimiy, Abu Sa'id, Al Ahwal, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 198 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  9. [9] Jami' bin Mathar, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), hidup di Bashrah.
  10. [10] Alqamah bin Wa'il bin Hajar, Al Hadlramiy Al Kindiy, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.