Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Hudud

Bab: Hukum rajam bagi ma'iz bin malik

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَقَ الْأَهْوَازِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا بُشَيْرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كُنَّا أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَتَحَدَّثُ أَنَّ الْغَامِدِيَّةَ وَمَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ لَوْ رَجَعَا بَعْدَ اعْتِرَافِهِمَا أَوْ قَالَ لَوْ لَمْ يَرْجِعَا بَعْدَ اعْتِرَافِهِمَا لَمْ يَطْلُبْهُمَا وَإِنَّمَا رَجَمَهُمَا عِنْدَ الرَّابِعَةِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ishaq Al Ahwazi[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad[2] berkata, telah menceritakan kepada kami Busyair Ibnul Muhajir[3] berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Buraidah[4] dari Bapaknya[5] ia berkata, "Kami para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, pernah memperbincangkan kisah wanita Al Ghamidiyah dan Ma'iz bin Malik, andaikata keduanya mau mencabut pengakuannya, atau ia mengatakan, "tidak kembali menghadap Nabi setelah mengakui, tentu beliau tidak akan mencari mereka lagi (minta pengakuannya kembali). Beliau baru merajam mereka ketika pengakuan itu berulang hingga empat kali."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Amad bin Ishaq bin 'Isa, Al Bazaz, Abu Ishaq, Shahibu As Sil'ah, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 250 H, hidup di Ahwaz.
  2. [2] Muhammad bin 'Abdullah bin Az Zubair bin 'Umar bin Dirham, Az Zubairiy Al Asadiy, Abu Ahmad, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 203 H, hidup di Kufah, wafat di Ahwaz.
  3. [3] Basyir bin Al Muhajir, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  4. [4] Abdullah bin Al Buraidah bin Al Hushaib, Al Aslamiy Al Marwaziy, Abu Sahal, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 115 H, hidup di Himsh, wafat di Kufr Jadiya.
  5. [5] Buraidah bin Al Hashib bin 'Abdullah bin Al Harits, Abu Sahal, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Bashrah, wafat di Kafar Jadiya.