Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Shalat

Bab: Membangun masjid

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنْ فِرَاسٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ مَسْجِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ سَوَارِيهِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جُذُوعِ النَّخْلِ أَعْلَاهُ مُظَلَّلٌ بِجَرِيدِ النَّخْلِ ثُمَّ إِنَّهَا نَخِرَتْ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ فَبَنَاهَا بِجُذُوعِ النَّخْلِ وَبِجَرِيدِ النَّخْلِ ثُمَّ إِنَّهَا نَخِرَتْ فِي خِلَافَةِ عُثْمَانَ فَبَنَاهَا بِالْآجُرِّ فَلَمْ تَزَلْ ثَابِتَةً حَتَّى الْآنَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim[1] telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa[2] dari Syaiban[3] dari Firas[4] dari 'Athiyyah[5] dari Ibnu Umar[6] Bahwasanya Masjid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tiang-tiang penyangganya adalah dari batang pohon kurma, bagian atasnya dibuat naungan dengan pelepah pohon kurma. Kemudian ia menjadi usang pada masa khilafah Abu Bakar, maka beliau merenovasinya dengan batang pohon dan pelepah kurma. Kemudian ia usang kembali pada masa khilafah Utsman, maka beliau merenovasinya dengan batu bata, maka ia masih tetap kokoh hingga sekarang.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Muhammad bin Hatim bin Maimun, Al Marwaziy, Abu 'Abdullah , As Samin, Tabi'ul Atba' kalangan biasa, wafat tahun 235 H, hidup di Baghdad.
  2. [2] Ubaidullah bin Musa bin Abi Al Mukhtar Badzam, Al 'Abasiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 213 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  3. [3] Syaiban bin 'Abdur Rahman, Al Bashriy, Abu Mu'awiyah, An Nahwaa Al Mu'addib, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 164 H, hidup di Kufah, wafat di Baghdad.
  4. [4] Firas bin Yahya, Al Hamdaniy Al Maktab, Abu Yahya, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 129 H, hidup di Kufah.
  5. [5] Athiyyah bin Sa'ad bin Junadah, Al 'Aufi Al Jadaliy, Abu Al Hasan, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 111 H, hidup di Kufah.
  6. [6] Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al 'Adawiy Al Qurasyiy, Abu 'Abdur Rahman, Shahabat, wafat tahun 73 H, hidup di Madinah, wafat di Marur Rawdz.