Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Hudud

Bab: Mengakui terang-terangan bahwa ia berhak mendapat hukuman had

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلِصٍّ قَدْ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا وَلَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى فَأَعَادَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا فَأَمَرَ بِهِ فَقُطِعَ وَجِيءَ بِهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرْ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ ثَلَاثًا
قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il[1] berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad[2] dari Ishaq bin Abdullah bin Abu thalhah[3] dari Abu Al Mundzir[4] -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abu Dzar- dari Abu Umayyah Al Makhzumi[5] berkata, "Pernah dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang pencuri yang telah mengakui kesalahannya, namun barang yang dicurinya tidak lagi bersamanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Benarkah kamu telah mencuri?" Ia menjawab, "Benar." Beliau ulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Beliau lalu memerintahkan untuk memotong tangannya, setelah itu ia dihadapkan lagi kepada beliau. Beliau bersabda: "Mintalah ampun kepada Allah, bertaubatlah kepada-Nya." Laki-laki itu lalu berkata, "Aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." Beliau lalu berdoa: "Ya Allah, ampunilah dia." Doa itu beliau ucapkan hingga tiga kali. Abu Dawud berkata, " Amru bin Ashim[6] meriwayatkannya dari Hammam[7], dari Ishaq bin Abdullah[8], ia berkata; dari Abu Umayyah[9] -lelaki dari Anshar-, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Musa bin Isma'il, At Tabudzakiy Al Manqiriy, Abu Salamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 223 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  2. [2] Hammad bin Salamah bin Dinar, Abu Salamah, Al Khazzaz, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 167 H, hidup di Bashrah.
  3. [3] Ishaq bin 'Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal , Al Anshariy An Najariy, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Madinah.
  4. [4] Abu Al Mundzir (Maula Abu Dzar), Abu Al Mundzir , Tabi'in kalangan tua.
  5. [5] Abu Umayyah, Al Makhzumiy, Abu Umayyah, Shahabat, hidup di Hijaz.
  6. [6] Amru bin 'Ashim bin 'Ubaidillah bin Al Wazi', Al Kilabiy Al Qaisiy, Abu 'Utsman, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 213 H, hidup di Bashrah.
  7. [7] Hammam bin Yahya bin Dinar, Al Azdiy Al 'Awdziy, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 165 H, hidup di Bashrah .
  8. [8] Ishaq bin 'Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal , Al Anshariy An Najariy, Abu Yahya, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Madinah.
  9. [9] Abu Umayyah, Al Makhzumiy, Abu Umayyah, Shahabat, hidup di Hijaz.