Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Cincin

Bab: Lonceng pada hewan

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَهْلٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ أَنَّ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ عَلِيُّ بْنُ سَهْلِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَخْبَرَهُ
أَنَّ مَوْلَاةً لَهُمْ ذَهَبَتْ بِابْنَةِ الزُّبَيْرِ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَفِي رِجْلِهَا أَجْرَاسٌ فَقَطَعَهَا عُمَرُ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مَعَ كُلِّ جَرَسٍ شَيْطَانًا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Sahl[1] dan Ibrahim Ibnul Hasan[2] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj[3] dari Ibnu Juraij[4] berkata, telah mengabarkan kepadaku Umar bin Hafsh[5] bahwa Amir bin Abdullah[6] berkata; Ali bin Sahl bin Az Zubair mengabarkan kepadanya bahwa mantan budak perempuannya (yang telah ia merdekakan) pergi bersama puteri Az Zubair menemui Umar Ibnul Khaththab[7], sementara pada kakinya terdapat kerincing (lonceng) hingga Umar memotongnya. Kemudian Umar berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pada setiap lonceng ada setan (yang menyertainya)."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ali bin Sahal bin Qadim, Al Harsyiy Ar Ramliy, Abu Al Hasan, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, wafat tahun 261 H, hidup di Syam.
  2. [2] Ibrahim bin Al Hasan bin Al Haytsam , Al Khasy'amiy, Abu Ishaq, Al Muqasimiy, Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, hidup di Mushayshah.
  3. [3] Hajjaj bin Muhammad, Abu Muhammad, Al A'war, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 206 H, hidup di Syam, wafat di Baghdad.
  4. [4] Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij, Al Umawiy, Abu Al Walid, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 150 H, hidup di Marur Rawdz.
  5. [5] Umar bin Hafsh, Al Madaniy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Madinah.
  6. [6] Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair bin Al 'Awwam, Al Asadiy, Abu Al harits, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 121 H, hidup di Madinah.
  7. [7] Umar bin Al Khaththab bin Nufail, Al Qurasyiy Al 'Adawiy, Abu Hafsh, Al Faruq Amirul Mu'minin, Shahabat, wafat tahun 23, hidup di Madinah, wafat di Madinah.