Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 4590

Kitab: Pemandian umum

Bab: Larangan dari bertelanjang (saat mandi)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُفَيْلٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ الْعَرْزَمِيِّ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَغْتَسِلُ بِالْبَرَازِ بِلَا إِزَارٍ فَصَعَدَ الْمِنْبَرَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ أَبُو دَاوُد الْأَوَّلُ أَتَمُّ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Nufail[1] telah menceritakan kepada kami Zuhair[2] dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman Al 'Arzami[3] dari 'Atha[4] dari Ya'la[5], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang laki-laki mandi di tanah lapang tanpa memakai sarung. Kemudian beliau naik mimbar, lalu memuji Allah dan bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla Maha Pemalu dan Tertutup, Dia menyukai sifat malu dan tertutup. Apabila salah seorang di antara kalian mandi, maka hendaknya ia menutupi dirinya." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf[6] telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin 'Amir[7] telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin 'Ayyasy[8] dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman[9] dari 'Atha[4] dari Shafwan bin Ya'la[11] dari Ayahnya[12] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hadits ini." Abu Daud berkata, "Hadits yang pertama lebih sempurna."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Abdullah bin Muhammad bin 'Ali bin Nufail, An Nufailiy Al Qudlo'iy, Abu Ja'far, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 234 H, hidup di Jazirah.
  2. [2] Zuhair bin Mu'awiyah bin Hudaij, Al Ja'fiy, Abu Khaitsamah, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 173 H, hidup di Kufah, wafat di Jazirah.
  3. [3] Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah, Al 'Urzumiy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 145 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Atha' bin Abi Rabbah Aslam, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 114 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  5. [5] Ya'laa bin Umayyah bin Abi 'Ubaidah, At Tamimiy, Abu Khalaf, Ibnu Munyah, Shahabat, hidup di Marur Rawdz.
  6. [6] Muhammad bin Ahmad bin Abi Khalaf, Al Qathi'iy As Sulamiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 236 H, hidup di Baghdad.
  7. [7] Al Aswad bin 'Amir, Asy Samiy, Abu 'Abdur Rahman, Syadzan, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 208 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  8. [8] Abu Bakar bin 'Ayyasy bin Salim, Al Asadiy, Abu Bakar, Al Muqri'i, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 193 H, hidup di Kufah.
  9. [9] Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah, Al 'Urzumiy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 145 H, hidup di Kufah.
  10. [10] Atha' bin Abi Rabbah Aslam, Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 114 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Marur Rawdz.
  11. [11] Shafwan bin Ya'laa bin Umayyah, At Tamimiy, Tabi'in kalangan tua, hidup di Marur Rawdz.
  12. [12] Ya'laa bin Umayyah bin Abi 'Ubaidah, At Tamimiy, Abu Khalaf, Ibnu Munyah, Shahabat, hidup di Marur Rawdz.